THE BAD PATIENT Part 1

Gambar

Annyeong….  Saiia datang dengan FF kedua, yang masih dalam tahap belajar bikin FF . Oh ya, FF ini Terinspirasi dari novel favorit saiia loh. Jadi jangan heran kalo FF ini agak mirip dengan cerita yang mungkin pernah kalian baca…

hehehehe…

Oke deh, g mau banyak ngomong. Silahkan menikmati karya aneh saiia…

HAPPY READING !!!!!!

Author pov

“Silahkan masuk Wonie-ah.” Ujar seorang wanita setengah baya sambil tersenyum senang, ia mengajak yeoja muda yang baru saja datang kerumahnya itu masuk ke ruang tamu rumah tersebut. Yeoja itu menatap takjub ruangan tempatnya berdiri saat ini. Bahkan kamarnya di panti dulu tidak ada seperempatnya ruangan ini.

“Ayo silahkan duduk Wonie-ah” ucap Ny. Cho, sang nyonya rumah. Ia tidak bisa menyembunyikan senyuman bahagianya karena kedatangan yeoja ini.

Jung Ha Won, yeoja berusia 23 tahun itu ikut duduk disamping Ny. Cho.

“Aku senang akhirnya kau benar-benar mau datang. Selama ini aku hanya bisa mendengar ceritamu dari ibu panti. Ternyata kau lebih cantik dari yang ku banyangkan.” Ujar Ny. Cho sambil tersenyum senang.

Ha Won hanya bisa menunduk malu “Gomawo ahjuma

“Ah, jangan panggil ahjuma. Panggil aku Oemma saja seperti adik-adikmu di panti” pinta Ny. Cho.

Ha Won tertegun mendengar permintaan Ny. Cho. Ia benar-benar tak menyangka jika Ahjuma yang baru dikenalnya beberapa menit lalu ini memintanya untuk memanggil Oemma.

Oemma ? Kata itu. Sudah berapa lama ia tak pernah mengucapkan kata itu ? 18 tahun. Yah, delapan belaas tahun yang lalu ia selalu mengucapkan kata itu pada seorang yeoja yang telah melahirkannya. Sampai kecelakaan itu terjadi, kecelakaan yang telah merebut semua yang dia miliki. Orang tuanya, kebahagiaannya. Hingga ia harus menerima kenyataan untuk tinggal di sebuah panti asuhan. Yah, panti asuhan. Keluarga appanya sendiri yang mengirimnya kepanti asuhan tersebut. Ketiadaan dana untuk membesarkannya, membuat satu-satunya keluarga yang ia miliki memutuskan untuk menyerahkannya kesebuah panti asuhan.

Panti Asuhan Soo Neul.

Selama 16 tahun ia tinggal dipanti asuhan tersebut. Baru 2 tahun belakangan ini ia keluar dari panti asuhan itu. Bukan keluar untuk meninggalkan panti. Tapi untuk bekerja, ia tak ingin terus membebani panti yang sudah membesarkannya dengan limpahan kasih sayang dari semua pengurusnya. Ia ingin melakukan hal yang berguna, ia ingin membantu meringankan beban panti.

3 tahun mendapat beasiswa untuk sekolah keperawatan, tak pernah disia-siakannya. Belajar, itulah yang selalu dilakukannya. Hingga kini ia bisa menjadi seorang personal therapys. Sudah beberapa orang yang tadinya lumpuh, dan tidak ada semangat untuk sembuh. Kini sudah bisa berjalan normal berkat perawatannya.

Dan karena keahliannya itulah, yang mengantarnya sampai dirumah ini. Ny. Cho, ia adalah salah satu donatur tetap di panti sejak satu setengah tahun yang lalu. Dari pengurus pantilah, Ny. Cho tahu, jika Ha Won adalah seorang Therapys. Dan maksudnya meminta Ha Won datang ke rumahnya, adalah untuk membantu putra bungsunya yang kini lumpuh setelah setahun lalu mengalami kecelakaan mobil. Kecelakaan yang telah merebut rasa percaya  diri putranya.  Tak ingin di kasihani. Membuat putranya jadi orang yang keras dan menutup diri dari dunia luar.

“Wonie-ah, kau pasti suah tahukan maksudku memintamu untuk datang kemari ?” tanya Ny. Cho memulai percakapan. Ha Won mengangguk paham. Lagi-lagi Ny.Cho tersenyum “Tolong. Tolong bantu anakku untuk sembuh. Ia sama sekali tidak ada keinginan untuk itu. ia butuh seseorang yang benar-benar bisa membantunya. Karena selama ini….”

PRANNNKKKK…

Suara pecahan kaca terdengar keras dari lantai atas. Disusul dengan suara makian         “YAAA ……LEE YONG JOON. JANGAN PERGI KAU. DASAR BOCAH BODOH.. CEPAT BERESKAN INI SEMUA. ATAU KUBUNUH KAU !!!!!!!”

Tiba-tiba seorang namja belia terlihat turun dari lantai atas dengan terburu-buru. Ia Menghampiri Ny. Cho “Ada apa Joon-ah ?”tanya Ny. Cho panik.

Anak itu masih kesulitan mengatur nafasnya, terlihat sekali raut ketakutan diwajahnya “Kyuhyun hyung oemma,  ia mengamuk lagi. Tadi aku membawakannya makan siang, tapi ia tidak mau. Jadi kutaruh saja di meja nakas. Dia menolak, dan menyuruhku membawanya kembali. Tapi karena dari pagi dia belum makan, maka kubiarkan saja makanan itu. Alhasil, dia jadi marah denganku.”

Ha Won mendengarkan bocah ini bercerita, meski nafasnya masih tak beraturan “Ny. Cho. Ah, maksudku. Oemma, bolehkah aku memulai tugasku sekarang ?” tanya Ha Won setelah ia rasa sudah bisa membaca situasi apa yang kini sedang terjadi.

Ny. Cho menatapnya bingung,“Apa kau yakin Wonie-ah ? kau bahkan belum berkenalan dengannya” tanyanya sedikit ragu.

Gwaenchana oemma, kita bisa langsung berkenalan sekarangkan ?” jawab Ha Won sambil tersenyum yakin.

Ha Won POV

Aku mengikuti oemma, memasuki sebuah kamar. Berantakan. Itulah pemandangan pertama yang kulihat. Pecahan piring, bantal, dan berbagai macam barang berserakkan dilantai kamar. Seorang namja, yang bisa kutaksir usianya tak jauh beda denganku. Sedang duduk sambil menyandarkan badan ke kepala ranjang dengan raut wajah kesal, terlihat jelas dari caranya memencet tombol PSP yang sedang dimainkannya.

Cho Kyuhyun

Kalau aku tidak salah, itulah nama yang tadi disebutkan oemma. Hufh, kenapa aku jadi kesal melihat kelakuan namja ini. Kekanakan sekali. Sepertinya aku benar-benar harus segera bertindak.

Oemma” panggilku pelan. Terkejut mendengar suaraku, namja itu menoleh kearah kami. Sepertinya sejak tadi ia belum menyadari kehadiran orang lain dikamarnya. “Sepertinya aku sudah bisa menjalankan tugasku. Kau tenang saja” lanjutku sambil memandang namja yang kini sedang menatapku tajam.

Oemma ? siapa lagi yang kau bawa kini ? untuk apa dia ada disini ?” tanya Kyuhyun kasar. Ck, orang ini. Apa dia tidak bisa sopan sedikit bicara dengan oemmanya.

“Kyu. Dia Jung Ha Won, dia yang akan menjadi terapis barumu” jawab oemma, menjelaskan posisiku disini.

Ia memandangku dari kepala sampai kaki, lalu kembali menatapku. Kini ditambah dengan sebuah senyuman sinis di sudut bibirnya “Apa belum cukup apa yang sudah kulakuakan dengan yang lalu ? Berapa kali harus kubilang oemma, kalau aku tidak membutuhkan orang-orang seperti mereka. Mereka hanya bisa menyuruhku ini-itu tanpa tahu apa yang ku mau. Jadi lebih baik, oemma bawa kembali orang ini”

Belum sempat oemma menjawab, aku sudah mendahuluinya “Ah, oemma. Sebaiknya kau istirahat saja. Biar aku yang mengurus semuanya. Kau percaya padaku kan ?” oemma terlihat sedikit tak yakin, tapi tetap menganggukan kepalanya.

“Kuserahkan semuanya padamu” ujar oemma, menepuk bahuku pelan sebelum keluar dari kamar.

Yong Joon juga berniat keluar, tapi aku segera mencegahnya “Yong Joon-ah” panggilku .

Ia membalikan badannya. “Ne noona ?” tanyanya

“Bisa kau tolong bersihkan pecahan piring ini ?” tanyaku padanya.

Ia mengangguk cepat “Sebentar noona, aku ambil sapu dulu” jawabnya, sambil berlalu keluar kamar.

Tak lama ia kembali sambil membawa sapu dan penyerok sampah. Aku dan Kyuhyun masih betah diam, sambil memperhatikan Yong Joon membersihkan pecahan piring yang tadi di pecahkan Kyuhyun.

“Sudahnoona” ujar Yong Joon, setelah tak ada lagi pecahan piring yang tersisa.

“Yong Joon-ah, mulai saat ini jangan ada yang memberi makan kepada Tuan mudamu ini jika dia tidak meminta. Arraseo ?” ucapku kepada Yong Joon. Kyuhyun membelalakan matanya mendengar ucapanku.

Mwo ? Hei. Memangnya kau pikir kau itu siapa hah ? Apa yang membuatmu berpikir kau bisa melakukan apa pun dirumah ini ?” tanyanya murka. Terlihat jelas ia ingin menelanku hidup-hidup seandainya bisa.

Aku tak menaggapi kemarahannya. “Kau sudah boleh pergi Yong Joon-ah, terima kasih sudah membantu”

Ne noona” ucap bocah itu sebelum membalikan badan dan keluar dari kamar ini.

Yah, kini tinggal kami berdua. Aura panas sangat terasa di kamar ini. Kyuhyun masih menatapku dengan pandangan membunuhnya. Lagi-lagi aku mengacuhkannya.

Aku memulai tugasku dengan membereskan kamar ini. Astaga… namja ini benar-benar. Bagaimana caranya ia bisa membuat kamar sebesar ini begitu berantakan. Apa yang selalu dilakukannya adalah melempar semua barang  yang ada didekatnya.

“Setelah selama ini gagal dengan terapis namja. Apakah oemma ingin mencoba cara baru ? dengan terapis yeoja ?” Ujar Kyuhyun sambil memperhatikanku membereskan kamarnya. “Sepertinya kali ini akan menyenangkan. Bukan begitu nona Jung ?” tanyanya sambil tersenyum sinis.

Aku kembali mengacuhkannya. Intimidasi. Cih, aku sudah kebal dengan cara seperti itu. 2 tahun sudah aku mendapatkan berbagai pengalaman menjadi seorang terapis. Berbagai rupa, sikap dan watak sudah pernah kutemui. Dan semuanya terapiku berhasil dengan memuaskan. Aku selalu bertekat untuk menyembuhkan pasienku. Sesulit apapun itu. Tak jarang aku menerima makian, hinaan, intimidasi, tapi itu tak menyurutkan niatku untuk membantu mereka. Marah, menyendiri, dan mengamuk itu semua adalah cara mereka untuk melindungi diri dari ejekan orang. Rasa di kasihani adalah hal yang paling mereka benci.

Jadi sikap seperti Kyuhyun ini, bukan apa-apa bagiku.

“Apa seperti ini caramu memberi terapi kepada pasienmu nona Jung, dengan cara mengacuhkannya ?” sindir Kyuhyun. Kesal karena dari tadi aku tak menanggapi ucapannya.

Aku berbalik menghadapnya “Apa kau tidak lihat aku sedang membereskan kamarmu Tn. Cho ? Aku tidak terbiasa bekerja dengan keadaan lingkungan yang berantakan. Jadi biarkan aku menyelesaikan ini dulu, baru aku akan mengurusmu. Arraseo ?”

Rahangnya mengeras mendengar ucapanku yang terkesan memerintah itu, ia menggeram kesal “Apa kau sedang memerintahku nona Jung ?” matanya kembali menatapku tajam.

“Apa aku masih harus menjelaskan maksud ucapanku ? Kurasa kau sudah cukup pintar untuk mengertinya. Jadi lebih baik sekarang kau lanjutkan memainkan gamemu, sampai aku menyelesaikan pekerjaanku. Dan jangan berkata apapun !” ujarku saat melihatnya ingin mendebatku.

“KAU…”ia menggertakan giginya menahan kesal yang kian memuncak.

Kyuhyun POV

Aku menatap geram yeoja yang akan menjadi terapisku ini. Brengsek. Baru beberapa menit bertemu, ia sudah berani membentakku. Aku ? CHO KYUHYUN di bentak oleh seorang yeoja. Apa dia sudah bosan hidup ?

Cih, tunggu saja penderitaanmu Jung Ha Won. Nerakamu akan segera datang, jangan harap kau bisa mengangguku dengan kehadiranmu.

Sialan, kenapa dia berani sekali mengacuhkanku. Benar-benar menyebalkan. Memang hanya dia yang bisa mengacuhkanku, aku juga bisa. Aku melemparkan PSPku ke kasur, lalu membaringkan badanku. Lebih baik aku tidur dari pada melihat yeoja yang membuatku emosi.

Aku mengerjapkan mataku, berapa lama aku tertidur ? Ck, perutku lapar sekali. aku mengedarkan pandanganku kesekeliling kamar. Rapih. Itulah yang kulihat saat ini. Ternyata bagus juga pekerjaan yeoja itu. Tapi jangan berbangga dulu, karena itu tak akan  merubah niatku untuk membalasnya.

Haishh.., kenapa perutku lapar sekali. “YONG JOON !!!!”teriakku memanggil bocah yang sudah beberapa bulan ini di bawa oemma untuk menemaniku dan membantuku untuk melakukan segala hal. Ck, kemana bocah itu.

“YAAA…. LEE YONG JOON !!!!! KEMARI KAU !!!”

Masih tidak ada jawaban. Kemana orang –orang itu, apa mereka tidak tahu jika aku lapar ?

KRREKK…

Pintu kamarku terbuka, tapi bukan Yong Joon yang datang melainkan yeoja cerewet itu. aishh,,, mau apalagi orang ini ? Aku sedang lapar, aku mau makan bukannya bertengkar.

“Untuk apa kau kesini ? Aku memanggil Yong Joon, kenapa kau yang datang ? apa kau sudah berganti nama ?” tanyaku saat ia berjalan mendekati tempat tidurku. Pakaiannya sudah ganti. Kini ia hanya menggunakan celana pendek dan kaus longgar.

Ia meletakan sesuatu ke meja nakas disamping tempat tidurku “Ini interkom yang dihubungkan ke kamarku. Mulai saat ini aku yang akan mengurus semua kebutuhanmu, jadi tidak perlu memanggil Yong Joon lagi. Dan yang harus kau ingat. Aku tidak suka mendengar orang berteriak. Jadi jika ada yang kau butuhkan saat aku tidak ada disini, kau bisa menggunakan interkom ini. Mengerti ?” apa dia sedang mengancamku ? Cih, semakin berani saja yeoja ini.

Aku menatap tajam matanya yang sedang menatapku datar. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikiranku. Hahaha… it’s show time… saatnya kau menerima pembalasanku yeoja cerewet.

“Kemarilah” panggilku, agar ia mendekat kearahku.

Ia menatapku curiga, tapi tetap menurutiku. Ia berdiri tepat disampingku. “Benarkah kau yang akan mengurus semua kebutuhanku hmm ?” tanyaku sambil tersenyum evil.

“Katakan apa maumu Cho Kyuhyun !” ujarnya to the point.

Aku menaikan alisku demi melihat keberaniannya ? Masil dengan senyum evilku. Aku mendaratkan tanganku kebagian belakang tubuhnya. Bokong, dengan lancangnya aku mengelus bokongnya. Tubuhnya menegang saat merasakan tanganku berani menyentuh bokongnya. Hahaha… apa dengan begini kau masih berani melawanku Jung Ha Won ?

“Bagaimana ? apa kau juga bisa mengurus ‘Kebutuhanku’ yang lain nona Jung ?” tanyaku masih mengelus bokongnya. Rasakan kau yeoja cerewet. Bisa kupastikan setelah ini kau akan minta pulang dengan oemmaku. Hahaha… jangan coba-coba melawanku jika tidak mau menderita.

“Apa sudah cukup kau mengelus bokongku Tn. Cho ? Atau masih ada bagian lain yang ingin kau sentuh huh ?” tanyanya sambil melipat tangan didepan dada. Menantangku ! Aku menghentikan gerakan tanganku. Yeoja ini. Sebenarnya yeoja seperti apa dia ini, apa dia tidak risih diperlakukan seperti itu. Kenapa dia tidak marah ?

“Apa kau sudah biasa diperlakukan seperti ini ?” tanyaku dengan tatapan menyidik.

Ia menyeriangai sinis “Seperti apa ?” tanyanya balik.

“Dilecehkan” jawabku. Sungguh. Aku paling benci melihat yeoja yang dengan mudahnya bisa dilecehkan, walau tidak kupungkiri aku sering memanfaatkan mereka untuk kesenanganku. Tapi sungguh, aku amat membenci sifat mereka.

“Dilecehkan ? seperti tadi ?” tanyanya pura-pura bodoh “Asal kau tahu Cho Kyuhyun. Yang kau lakukan tadi itu bukan melecehkanku, tapi meng-inti-midasiku. Kau taukan apa perbedaannya ?” jelasnya sambil tersenyum mengejekku.

Sialan, lagi-lagi dia tau apa yang ingin kulakukan.

“Perlu kau ketahui Cho Kyuhyun.” Lanjutnya lagi “Kau itu bukan pasien namja pertama yang aku tangani. Dan kelakuanmu tadi itu bukan apa-apa, jadi jangan pernah berpikir kau bisa mengintimidasiku dengar cara bodoh seperti itu. Arraseo” ancamnya tepat didepan wajahku. Lalu mengangangkat wajahnya, dan berbalik keluar dari kamarku.

Aku mengepalkan tanganku, menahan amarah. Sial. Sial. Sial. Gara-gara kakiku lumpuh, yeoja itu jadi bisa menindasku sesuka hatinya. Tunggu pembalasanku Jung Ha Won. Aku bersumpah tidak akan melepaskanmu, sebelum kau menerima pembalasanku.

Hahhhh…. Hilang sudah rasa laparku.

Ha Won pov

Aku berusaha sekuat tenaga menahan getaran dalam tubuhku. Kamarku tepat disamping kamar Kyuhyun, tapi kenapa rasanya jauh sekali. Aku menyeret kakiku yang sedikit gemetar memasuki kamarku.

Astaga. Apa yang tadi namja itu lakukan. Beraninya dia menyentuh tubuhku. Ya Tuhan, dia menyentuh bokongku. Seumur hidup belum ada yang berani menyentuhku. Terlebih pada daerah sensitifku.

Heran kenapa badanku bergetar ? Padahal saat didepannya aku biasa saja ?

Bohong. Ya aku berbohong saat aku mengatakan bahwa aku sudah terbiasa diperlakukan seperti itu. Aku juga berbohong tentang pasienku. Selama ini aku belum pernah menangani pasien namja. Pasienku  selama ini adalah yeoja, dan lebih banyak lagi adalah para halmeoni yang terkena struk.

Tapi aku harus berbohong untuk melindungi diriku dari namja sialan itu. Aku tau itu hanya caranya untuk mengintimidasiku, agar aku segera pergi dari sini. Tapi aku pantang menyerah sebelum berperang. Dan belum pernah dari pengalamanku menjadi terapis, aku gagal membantu penyembuhan pasienku.

Sialaaaannn,…. kau benar-benar menyebalkan CHO KYUHYUN !!!!

Semoga ia mengingat ancamanku tadi dan tidak mencoba mengulanginya lagi. Sungguh, aku benar-benar tidak ingin hal tadi terulang lagi.

Astaga. Bahkan kakiku tak bisa berhenti gemetar karena terlalu shock.

Author POV

Ireona Cho Kyuhyun. Ini waktunya mandi. Cepat bangun !” Ha Won mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun, untuk membangunkannya. Tapi hasilnya nihil, namja itu tidurnya seperti orang mati. Tak bergeming sedikitpun.

Ha Won tak menyerah, ia semakin kuat menguncang tubuh Kyuhyun. Lambat laun, usahanya membuahkan hasil. Kyuhyun mulai menggerakan badannya, merasa tidurnya terganggu ia berusaha membuka matanya. Membiasakan cahaya masuk kedalam retina matanya, mengerjap pelan lalu memandang sekitarnya. Matanya menajam saat menyadari siapa yang sudah mengganggu waktu tidurnya. “Brengsek. Berani-berani kau menganggu tidurku. Siapa yang menyuruhmu membangunkanku hah ?”tanyanya kesal.

Ha Won hanya mengangkat bahunya cuek menanggapi kekesalan Kyuhyun. “Tidak ada, aku membangunkanmu karena ini sudah lewat waktu mandi. Bahkan sekarang sudah melewati waktu sarapan. Apa kau tidak bisa disiplin sedikit huh ?” tanyanya santai. Ha Won menarik selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun. Kyuhuyun sempat terkejut melihatnya, ia melayangkan berbagai protes beserta makian saat melihatnya, tapi Ha Won tak mengindahkannya ia tetap menarik selimut itu lalu melipatnya.

Ia membiarkan Kyuhyun tetap berbaring di tempat tidurnya, masih dengan menggunakan piyamanya. Ha Won memasuki kamar mandi untuk menyiapkan peralatan mandi untuk Kyuhyun. Ia menyiapkan wadah besar berisi air hangat, alas untuk melapisi tempat tidur agar tidak basah terkena air, sarung tangan handuk untuk membasuh tubuh, sabun cair, sikat gigi dan shampo.

Ha Won keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kyuhyun. “Bisa kau miringkan badanmu, aku akan memasang alas ini agar kasurmu tidak kotor.” Kali ini Kyuhyun bisa diajak berkompromi. Karena ia juga sudah merasa badannya lengket, kemarin sore Yong Joon tidak membersihkan badannya.

Ha Won berusaha manahan kegugupannya. Pasalnya ini pertama kalinya ia akan memandikan seorang namja. Tapi jangan sampai Kyuhyun tau akan hal ini, atau dia akan berhasil mengintimidasinya. Ha won berusaha bersikap normal, seolah-olah ini perkerjaan yang sudah biasa ia lakukan.

“Mana seragammu ?” tanya Kyuhyun saat Ha Won mulai membuka kancing piyamanya.

“Seragam apa ?” tanya Ha Won balik sambil melanjutkan pekerjaannya.

“Tentu saja seragam dinasmu, bukankah kau perawat ?” tanya Kyuhyun heran

“Aku ini terapis bukan perawat, dan aku tidak bekerja di dinas manapun. Aku ini terapis freelance, jadi tidak memerlukan seragam.” Jawab Ha Won. Kini ia harus membuka celana piyama Kyuhyun. Lagi-lagi ia harus menguasai tubuhnya, agar tidak terlihat gugup. Ia menunduk untuk menyembunyikan rasa malunya saat berhasil menarik lepas celana piyama Kyuhyun dari kakinya. Kini Kyuhyun hanya terbalut pakaian berbentuk segitiga.

Ha Won harus menelan ludah berulang kali untuk menormalkan detak jantungnya. Ia segera mengambil selembar kain untuk menutupi bagian bawah tubuh Kyuhyun. Bodoh, kenapa tidak dari tadi ia melakukannya. Ha Won mengutuki kebodohannya sendiri.

Ha Won mulai membasuh tubuh bagian atas Kyuhyun.

“Apa kau selalu berpakaian seperti ini saat mewarat pasienmu ?” Tanya Kyuhyun, memperhatikan Ha Won yang hari ini hanya memakan kemeja sebatas paha dipadu dengan hotpant yang tak lebih panjang dari kemejanya.

“Apa kau terganggu dengan cara berpakaianku ?” Tanya Ha Won balik.

Kyuhyun mengumpat dalam hati, kesal karena Ha Won selalu membalikan pertanyaannya. Tidak bisakan yeoja ini hanya menjawab pertanyaannya tanpa perlu bertanya balik ? batin Kyuhyun kesal.

Ani, apa kau tidak takut bajumu akan kotor jika terkena sabun ?” lagi, kali ini Kyuhyun akan kembali mencoba serangannya.

Ha Won menaikkan sebelah alisnya, sambil tangannya yang berbalut sarung tangan menggosok pelan tubuh kyuhyun dengan busa sabun. “Apa aku harus membuka bajuku, agar kau bisa diam dan tidak banyak bicara ?” dan lagi-lagi Ha Won kembali melempar pertanyaan kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menyunggingkan senyum iblisnya “Jika kau tak keberatan”

“Baiklah” Ha Won menghentikan kegiatannya menggosok tubuh Kyuhyuh. Melepas sarung tangannya. Kini tangannya beralih kearah kancing kemejanya.

Kyuhyun membulatkan matanya melihat apa yang akan dilakukan Ha Won. Apa yeoja ini sudah gila ? batinnya.

Kancing pertama telah terbuka, kini tangan Ha Won menuju kancing kedua. Kancing ketiga dan keempat kini juga berhasil dibuka, kancing kelima. Dan kini saatnya kancing terakhir.

“Apa Kau yakin nona Jung ?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Ha Won menghentikan gerakan tangannya. “Wae ? apa kau takut Tn. Cho ?”

Ani, lanjutkan saja”

Ha Won kembali menggerakan tangannya untuk membuka kancing terakhir. Kini lengkap sudah semua kancing kemejanya terbuka. Kyuhyun menunggu dengan hati berdebar, apa yang akan dilakukan yeoja dihadapannya ini. Ha Won tersenyum melihat rasa penasaran Kyuhyun. Ia mengerling nakal sebelum melepas kemeja itu dari tubuhnya, dan…

“KAU…!!! ”geram Kyuhyun kesal,

TBC

Ottokeh ????

Aneh kan ? pastinya. Yah namanya juga masih belajar, jadi kalo ada yang gak jelas harap dimaklumi. Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk membantu kekurangan saiia…

Okey… RCL please….

Jung  Ha Won

 

74 thoughts on “THE BAD PATIENT Part 1

  1. euuuuuunnngggg boleh ngasih kritikan dikit? jalan ceritanya sih udah menarik. tp bisakah ha won pake pakaian yg rada sopan gt? bukan kemeja n hotpan . . bukan mslh di pakaiannya sih. tp lbh krn ini kan bukan rumah dia jd paling gak dia g mungkin berkeliaran dgn pakaian gt kan di awal2 dia tinggal🙂

  2. Omo,,,
    apa yg trjadi,,,??
    aigo,,,
    kyuhyun bner” dech,,,
    msa iya seorang pasien brani tuch megang bokong org yg akan mrwatnya,,,,
    ckckc,,,
    dsar evil

  3. Kkkkkkkk… Si Kyuhyun, lumpuh, tapi masih aja jiwa evil nya ada, malahan syuudah mendarah daging kali ya. Hahahahaha Ha-Won berani banget dia, kkkkk malah balik mengintimidasi Kyuhyun dengan membuka seluruh kancing kemeja yang di pakai nya. Hahahaha BAGUS!!

  4. haii ^^
    Gue reader baru disini.
    setelah ngubek2 isi blog ini gue langsung ke pincut sama judul ff nya😄
    belum lagi castnya si gembul u,u

    Dohh ngakak yee si kyu disini lumpuh padahal rata2 ff yang gue baca dia selalu keliatan perfect😄 *istri biadab*

    ceritanya menarik eon..gue suka :3
    apalagi pas paragraf terakhir yang si ha won buka bajunya😄
    si kyu udah penasaran ajah u,u

  5. Ya ampun! Aku syok bacanya kekeke…
    Aku ijin baca ff mu chingu!
    Menarik bgt!
    Kyuhyun yg lumpuh namun teteeep harga dirinya yg setinggi langit tdk membolehkan dia untuk terlihat lemah.
    Sebenernya baik kyuhyun maupun ha won sm2 terjebak. Sm2 berusaha mengintimidasi tp ujung2nya ngejebak diri sendiri.
    Lanjut ya…
    Keren bgt!

  6. dimana mana, kyuhyun always pervert.. mesum dan evil luar biasa meski lgi lumpuh…
    emg minta di getok ! hahaha
    keren! jarang2 ada ide yg beginian..

  7. Ohh astaga..
    Cuma bisa mlongo baca ini, sumpehh bikin jantungan..
    Huhh untung si kyu lg lumpuh*di tampol sparKyu, klo nggak uda gmana tuhh nasib si hawon?? Heyy keknya ntu dalem kemeja ada kaus nya dehh..
    Kyu cepet sembuh y..

  8. Kekekkkk pasti ha won pake daleman lg&kyu kesal karna d bohongi wkwkwk anyway aku suka story line yg seperti ini,,bermula dr saling benci kk..aku mau sapa author dulu hayyy steril oenni(?) aku new reader d wp km atas rekomendasi teman hehehe salam kenal aku fanny 91 line

  9. OMG!!! kyuhyun lumpuh??!! 😯
    wihh kyuhyun jahat banget sih megang-megang bokong nya ha won -_-
    Sumpah demi apa ha won mau buka baju nya??? Jinjja??!!
    apakah kyuhyun bakalan lihat pemandangan ya indah ato bukan?? Kita lihat aja kisah selanjutnya wkwkwk~ oke next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s