The Bad Patient Part 3

tbp3

 

Haaaaiiiiiii….. saiia datang #nyengir garing😛

hehehhe…. mian yeeee hampir satu bulan ini kagak ada barang baru yg bisa dikonsumsi di blog ini.

itu lumut aje dah ampe setebel batu bata kali yeee…

maklum orang sibuk…#PLAK *abaikan

yasudlah, drpd rempong baca aje deh kl masih ada yg minat ama FF Aneh ini.

Happy readiiiiing !!!!!!

 

 

 

 

“Mana Cho Kyuhyun?”

Ha Won memandang tak suka saat melihat sikap angkuh yeoja dihadapannya ini. Dari sikapnya dapat terlihat jika orang ini satu spesies dengan pasiennya. Sama-sama angkuh. Tipe-tipe anak dari keluarga terpandang yang terbiasa manja dan sombong. Wanita dihadapannya itu  masih menunggu Ha Won menjawab pertanyaannya.

“Anda siapa?” tanya Ha Won. Ia hanya membuka sedikit celah pintu, untuk mencukupi tubuhnya saja.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau siapa? Pembantu baru?” tanyanya ketus.

Ha Won memperhatikan penampilannya, dari atas hingga ke bawah. Apa aku terlihat seperti pembantu? tanyanya dalam hati. Ha Won merasa pakaiannya masih lebih layak untuk sebutan seperti itu. Meski secara tak langsung tugasnya memang tak jauh berbeda dengan pembantu. Tapi bukan berarti ia pembantu dalam arti sesungguhnya.

Ha Won kembali menatap tamunya itu dengan kesal. Sepertinya ia memang tidak perlu beramah tamah dengan manusia menyebalkan macam yeoja ini, pikirnya. “Maaf nona, saya memang baru disini. Tapi perlu saya tegaskan, saya bukan pembantu. Saya adalah terapis yang menangani Tuan Cho dan saya harus memastikan kenyamanan pasien saya. Jadi kalau saya boleh tahu, siapa Anda? Dan ada keperluan apa Anda dengan pasien saya?”

Yeoja itu memandang Ha Won tak percaya, senyuman sinis tersungging dibibirnya yang dihias dengan warna terang. Membuat Ha Won harus mengalihkan pandangannya, dari wajah mencolok yang seperti lukisan abstrak penuh warna itu “Kau hanya seorang terapis, berani sekali kau bertanya seperti itu? Apapun keperluanku, itu tidak ada hubungannya denganmu. Jadi lebih baik, kau biarkan aku masuk,” ucap yeoja itu angkuh. Ia berniat melangkahkan kakinya, tapi Ha Won segera mencegahnya. Dan itu semakin membuat tamunya geram “Dengar ya nona, aku sudah ada janji dengan pasienmu. Jadi menyingkirlah dari hadapanku!”

Ha Won tak perduli dengan kemarahan tamunya. Harga dirinya tak mengijinkan yeoja ini bersikap seenaknya. Yang benar saja, memangnya siapa wanita ini? Setelah berani menghinanya, kini dengan seenaknya ia berusaha menerobos masuk. Benar-benar tidak tahu sopan santun, batinnya kesal. “Baiklah,” ucap Ha Won akhirnya. “Kau bisa menunggu disini sementara aku bertanya padanya.”

Mwo? Kau…” Ha Won segera menutup pintu itu kembali, tanpa memperdulikan teriakan protes serta makian tajam yang di ucapkan tamu gila itu.

Ia segera berjalan menuju kamar Kyuhyun. Mencari tahu, benarkah yoeja sombong itu tamunya. Ia berjalan dengan membanting-banting langkahnya karena kesal melihat sikap sombong dan menyebalkan tamu gila bertopeng make up itu. Ha Won segera membuka pintu kamar Kyuhyun begitu sampai, dilihatnya Kyuhyun tengah duduk santai dengan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, tangannya bergerak lincah dan semangat menekan tombol-tombol yang terdapat pada benda hitam kecil dalam genggamannya.

“Tuan Cho!” panggilnya kuat. Kyuhyun sedikit tersentak mendengar suara kuat yang tiba-tiba saja memenuhi ruangannya yang semula sunyi.

Kyuhyun memandang Ha Won dengan pandangan membunuhnya, ia benci dikejutkan. Dan wanita itu selalu membuatnya terkejut dengan kehadirannya. “Kau! Apa salah satu kebiasaanmu adalah muncul tiba-tiba? Eoh? Kau bahkan lebih mengejutkan daripada hantu, kau tahu?” protes Kyuhyun jengkel. Matanya menatap wajah Ha Won yang masih terlihat memberengut kesal, “Wae? Kenapa wajah tidak seberapamu kau tekuk seperti itu?” tanyanya ketus.

“Apa kau sedang menunggu tamu?” tanyanya balik tanpa memperdulikan protesan Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan Ha Won, seketika senyum mencurigakan tersungging saat Kyuhyun menarik sedikit sudut bibirnya. It’s show time, batin Kyuhyun penuh rahasia. “Ouh. Dia sudah datang ternyata. Sekarang, di mana dia?” tanya Kyuhyun saat ia tak melihat  Ha Won membawa seseorang di dekatnya. Tidak. Jangan bilang wanita ini… “Kau tidak menyuruhnya menunggu diluar kan?”

Ha Won hanya mengangkat bahunya tak acuh “Aku tidak mungkin membiarkan orang yang tidak ku kenal masuk begitu saja tanpa seijinmu,”

Kyuhyun berdecak kesal sebelum berkata “Cepat bawa dia kemari!” perintahnya.

Tak ayal hal itu membuat Ha Won menatapnya garang. Wanita itu paling benci di perintah, dan ia tidak akan melakukannya jika tidak menggunakan kata ‘tolong’. Ia memang di gaji untuk merawat pria ini. Tapi dia bukan seorang budak yang bisa di perintah-perintah seenaknya. Ia masih tidak bergeming dari posisinya, matanya masih menatap Kyuhyun kesal.

Kyuhyun-pun semakin jengkel saat perintahnya tidak dituruti, ia paling benci di bantah. “Kenapa kau masih disini? Cepat bawa kemari tamuku!” perintahnya lagi.

“Aku bukan budak yang bisa kau perintah-perintah sesukamu Tuan Cho!” desis Ha Won.

Kyuhyun memandang wajah Ha Won yang tadi memberengut, kini semakin terlihat suram lantaran rasa kesal yang berusaha ia tahan. Kyuhyun tersenyum culas melihatnya, entah mengapa membuat wanita ini marah menjadi salah satu hobi barunya. Wanita ini terlihat lebih bersemangat saat meledak-ledak ketika mereka bersilat lidah. Dan Kyuhyun selalu berusaha untuk memenangkan perdebatan itu. “Bukankah kau yang berkata akan mengurus semua kebutuhanku?” ia mendengar decakan kesal meluncur dari bibir tipis wanita itu.

Kyuhyun tahu Ha Won orang yang selalu menjaga ke-profesional-annya, dan ia tak suka diragukan akan hal itu. Sehingga, meskipun merasa enggan wanita itu akan tetap menurutinya juga “Dan sekarang, aku sedang membutuhkan wanita itu nona. Cepatlah kau bawa dia kemari, sebelum kau yang menjadi sasaran kebutuhanku!” kata Kyuhyun dengan tidak sabar. Namun entah mengapa, kalimat terakhir yang ia ucapknya membuat Ha Won memandangnya tidak mengerti. Tapi kali ini wanita itu tidak membantahnya dan segera berlalu meninggalkan kamar itu.

Beberapa menit kemudian masih dengan wajah memberengut dan mimik tidak suka yang di tunjukan secara gamblang, Ha Won membawa tamu yang tadi sempat ia buat menunggu itu ke kamar Kyuhyun. Tepat selangkah memasuki kamar Kyuhyun, tamu gila itu segara merubah cara berjalannya menjadi langkah manja dengan gaya dibuat-buat. Hingga membuat Ha Won menatapnya heran, bagaimana mungkin ada wanita yang dapat berjalan sambil meliuk-meliuk seperti itu. Apa wanita itu sempat menelan ular saat ia tinggal tadi? Selintasan pikiran konyol mampir dibenak Ha Won.

Kyuhyun yang menyadari kedatangan orang lain dikamarnya segera menoleh dan sebuah siulan nakal keluar dari bibir tebalnya saat melihat sosok wanita yang tengah ditunggunya. “Selamat datang kembali Victoria Song, ternyata kau masih bisa di andalkan. Kemarilah!” panggil Kyuhyun. Dan wanita yang di panggil Victoria itu segera menghampiri Kyuhyun, masih dengan gaya ular terbakarnya itu.

Seketika Ha Won merasa matanya nyaris mencuat keluar dari rongganya saat melihat pemandangan panas di depannya. Bagaimana tidak? Ia melihat Kyuhyun dengan santainya meraih pinggang Victoria, lalu tanpa beban sedikitpun segera menempelkan bibirnya pada bibir merona wanita itu.

Dan seperti orang bodoh, Ha Won merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan. Matanya masih terpaku pada kegiatan erotis didepannya, sementara perutnya bergolak oleh rasa mual melihat tindakan menjijikan dihadapannya. Kedua anak manusia berlainan jenis itu, kian asyik dengan kegiatannya seolah ia hanya bayangan yang tidak terlihat disekitar mereka. Tubuh Ha Won terasa kaku lantaran terkejut saat ia melihat tangan Kyuhyun mulai memasuki baju ketat Victoria. Ini gila. Batin Ha Won. “Dasar Pervert!” desisnya tajam. Tapi sepertinya, tanpa sadar Ha Won mengucapkan kata itu lebih keras dari yang ia kira.

Karena saat itu juga ia melihat Kyuhyun menghentikan kegiatan panasnya dan segera menoleh tajam kearahnya. “Kenapa kau masih disitu?” tanyanya tak suka. Namun satu detik kemudian senyum usil menghiasi bibirnya “Ouh, kau ingin menyaksikan live show kami eoh? Atau mungkin… kau ingin bergabung?” tawarnya dengan kurang ajar.

Seketikan wajah Ha Won memerah yang merupakan perpaduan antara rasa malu dan marah mendengar ucapan vulgar Kyuhyun “Menjijikan!” ketusnya seraya membalikan badan dan segera berjalan keluar dari ruangan yang mendadak panas itu dan dengan segenap jiwa ia membanting pintu kamar dengan sangat keras sebagai bukti ketersinggungannya.

Ha Won segera berjalan ke arah dapur, untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak kering mengingat pemandangan menjijikan tadi. Ya Tuhan. Kenapa kau bisa menciptakan manusia menjijikan seperti mereka, seumur hidupnya ini kali pertama ia melihat pemandangan vulgar itu secara langsung. Dasar pasangan gila, desisinya kesal. ia meminum air dari gelasnya banyak-banyak. Sedikit berusaha untuk meredamkan amarah dan rasa tersinggung dihatinya. Entah apa yang akan mereka lakukan saat ini. Hanya Tuhan yang tahu, tindakan bejat apa yang sedang terjadi di lantai atas. Ha Won menggelengkan kepala, mengusir segala pemikiran menjijikan tentang mereka.

Dan pikirannya teralihkan saat mendengar suara berisik dari halaman belakang. Ha Won meletakan gelas yang baru saja ia kosongkan isinya, lalu segera berjalan menuju sumber suara yang tadi di dengarnya. Dadanya menghembus lega saat melihat wanita tua yang tengah sibuk memilah-milah pakaian yang tengah di jemur. Memilah antara yang kering dan yang lembab. Ha Won berjalan mendekati Kim ahjuma yang kini telah duduk di bangku yang terletak tak jauh dari pintu dapur. “Sedang sibukkah ahjuma?” tanya Ha Won dengan senyum tulus.

Kim ahjuma yang sudah menyadari kehadiran Ha Won tidak nampak terkejut, ia membalas senyum Ha Won sebelum menjawab “Tidak juga, hanya memilah pakaian yang sudah bisa ku setrika” Kim ahjuma tetap menggerakan tangannya meski mulutnya juga berbicara “Dan kau? Kenapa kau tidak menemani Tuan muda?” tanyanya yang heran melihat Ha Won yang biasanya selalu berada di kamar Kyuhyun untuk melatihnya berjalan atau sekedar memijat kaki Kyuhyun yang masih sering terasa ngilu jika terlalu banyak dipakai belajar berjalan.

Pertanyaan Kim ahjuma membuat pikiran Ha Won kembali mengingat peristiwa menjijikan tadi. Dan seketika wajahnya memerah saat membayangkan apa yang kini tengah dilakukan dua orang sinting itu. Apakah pantas jika ia menanyakan prihal wanita itu pada Kim ahjuma? Ia ingin tidak perduli dengan siapa wanita itu dan apa tujuan Kyuhyun memanggil wanita itu. Tapi rasa penasaran yang hinggap di hatinya, membuat rasa ingin tahunya sedikit terusik. Aish. Ia benci merasa penasaran.

Ahjuma” panggilnya pelan. Kim ahjuma hanya menggumam sebagai jaawaban “Apa kau mengenal Victoria Song ?” tanyanya ragu-ragu.

Mendengar pertanyaan ragu-ragu itu, Kim ahjuma segera menghentikan kegiatannya “Ne, dia mantan kekasih Tuan muda” jawabnya. Terlihat kerutan kening di wajah keriputnya  Kenapa kau menanyakannya? Apa kau mengenalnya juga?”

Ha Won menggeleng cepat “Tidak,” jawabnya. Tentu saja tidak, ia tidak dapat membayangkan mempunyai kenalan seperti wanita itu. Dalam mimpi saja ia tidak akan pernah berharap. Hufh, apa yang harus ia lakukan sekarang. Kim ahjuma pasti akan sibuk setelah ini, Yoong Joon masih juga belum kembali dari sekolahnya. Aish, hal menarik apa kira-kira yang bisa ia lakukan?

Setelah mengatakan bahwa ia akan segera melanjutkan pekerjaannya, Kim ahjuma segera berjalan meninggalkan Ha Won yang masih duduk mematung. Ia menganggkat kepalanya, memandang taman yang terpampang dihadapannya. Sebuah senyum terukir di bibir tipisnya. Yong Joon memang bertangan dingin, hasil karyanya dalam merawat bunga-bunga itu sangat berhasil. Bunga-bungaan itu tumbuh dengan subur dan terawat dengan baik. Tapi untuk kali ini sepertinya keindahan itu masih belum cukup mengusir kebosanannya.

Biasanya jam-jam seperti ini Ha Won akan sibuk melatih Kyuhyun berjalan. Tapi kini sepertinya Kyuhyun tengah asyik dengan kesibukannya yang lain. Aish, kenapa ia mendadak kesal jika mengingat hal menjijikan itu. Ck, dengan enggan Ha Won berjalan menuju kamarnya. Mungkin menelpon kekasihnya bisa mengurangi kebosanannya, pikirnya senang. Sesegera mungkin ia melangkahkan kaki menaiki tingkatan anak tangga menuju lantai atas, tapi langkahnya segera terhenti saat ia mendengar suara aneh dari kamar Kyuhyun.

Keningnya berkerut heran. Suara apa itu? Ha Won lebih mendekatkan telinganya kearah pintu. Dan seketika wajahnya memerah saat menyadari suara apa yang didengarnya. “Dasar pasangan gila,” umpatnya sebelum melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, yang terletak tepat disamping kamar Kyuhyun. Menahan dorongan kuat untuk tidak menendang pintu kamar Kyuhyun.

Ha Won segera mencari ponsel-nya yang ia letakkan di atas meja nakas, begitu ia memasuki kamar. Biasanya ia hanya menghubungi sang kekasih pada malam hari, mengingat keduanya sama-sama sibuk saat siang hari. Lama ia menunggu sebelum panggilannya diangkat, dan panggilan pertamapun tidak ada jawaban. Tak menyerah Ha Won mencoba kembali, dan hasilnya sama. Sepertinya kekasihnya memang sedang sibuk, akhir-akhir ini kesibukan pria itu semakin meningkat. Menjadi dokter dan dosen sekaligus, membuatnya semakin sibuk.

Akhirnya Ha Won menyerah dan meletakan kembali ponsel-nya. Merasa bosan, ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Dan kembali telinganya menangkap suara menjijikan dari kamar sebelah. Ya Tuhan, ia bisa gila jika mereka tidak segera menghentikan aktifitas itu. Tak ingin merusak telinganya dengan suara-suara yang layak sensor itu, Ha Won segera meraih I-Pod-nya dan menyumbat telinganya dengan musik yang keras.

***

“Kenapa kemarin sore kau tidak memandikanku?” tanya Kyuhyun begitu Ha Won memasuki kamarnya keesokan hari.

Ha Won tidak menjawab dan segera menuju kamar mandi, mengambil perlengkapan mandi Kyuhyun. Dan ketika kembalipun ia masih mengunci mulutnya. Entahlah, melihat Kyuhyun membuat pikirannya kembali mengingat kejadian menjijikan kemarin. Dan itu membuatnya muak pada kedua orang itu. Ha Won bahkan tidak tahu mereka melakukan itu sampai berapa lama dan kapan wanita itu pulang juga ia tidak tahu. Ia terlarut dengan irama musik yang mengalun dari I-Pod-nya dan itu membuatnya terlelap.

“Aku bertanya padamu nona!” tegas Kyuhyun mulai terlihat jengkel karena diabaikan. Sepertinya kali ini akan kembali terjadi perdebatan seperti biasa.

Ha Won mendelik kesal kearah Kyuhyun, namun masih belum membalas ucapannya. Setelah menyiapkan perlengkapan mandi Kyuhyun, ia segera meraih kancing piyama Kyuhyun dan mulai meloloskan tiap butir kancing dari lubangnya. Kyuhyun masih memandang wajah Ha Won yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Jika dia ingin, hanya dengan satu gerakan ia sudah dapat mendaratkan bibirnya pada wajah mulus itu. Namun Kyuhyun segera memejamkan matanya sejenak, mengusir pikiran gila yang tiba-tiba mampir di otaknya.

Ha Won masih belum mau memandang Kyuhyun. Tapi tiba-tiba wajahnya merona antara malu dan jengah saat melihat bukti apa yang ia lihat. Dasar manusia pervert! Makinya dalam hati saat matanya tercemar karena melihat tanda merah yang tersebar di beberapa bagian tubuh Kyuhyun. Meski Ha Won belum pernah melakukannya, namun ia tahu tanda apa itu. Kali ini dia mengangkat pandangannya ke wajah Kyuhyun. Dan apa yang ia lihat?

Kyuhyun tersenyum puas mendapati wajah kesal dihadapannya, “Wae?” tanyanya culas.

Tak ingin terpancing ucapan Kyuhyun, Ha Won mengabaikan pertanyaan itu dan segera menutup bagian bawah tubuh Kyuhyun dengan selembar kain sebelum ia melepaskan celana piyama Kyuhyun. Tapi sepertinya Kyuhyun belum merasa puas, jika ia belum melihat Ha Won menunjukan tanduk dikepalanya.

“Apa kau tidak ingin melihat tanda dibagian lainnya? Hmm?” lagi, senyum culas kembali menghiasi bibir indahnya. Bibir yang kemarin sempat membuat Ha Won shock, lantaran menyadari apa yang bisa dilakukan oleh bibir itu. Dan kali ini Ha Won harus mengepalkan tangannya demi mendengar ucapan Kyuhyun yang mulai menyimpang.

Tidak. Apapun yang Kyuhyun katakan ia tidak akan terpancing. Pria mesum ini tidak akan bisa kembali meng-intimidasi-nya. Ia sudah tahu seperti apa pria dihadapannya ini. Ha Won kembali tak mengubris ucapan Kyuhyun yang terdengar tidak sopan, ia tidak akan memberikan apa yang pria itu mau. Ia tahu Kyuhyun sengaja mencari perkara dengannya. Tidakkah itu terlihat kekanakan? Menggelikan.

Ha Won mulai menggosok tubuh Kyuhyun, dan mencoba mengalihkan pandangannya dari tanda-tanda itu. Dan tanpa disadarinya, ia mengosok bagian yang terdapat tanda merah itu dengan sedikit keras. “Kau tidak bisa menghilangkannya secepat itu nona, meski kau menggosok kulitku hingga terkelupas.” Mendengar sindiran itu, dengan sedikit malu Ha Won melembutkan gosokan tangannya. Dan Kyuhyun harus menahan senyum gelinya melihat wanita itu tidak dapat membalas ucapannya, karena memang tak ada pembelaan untuk itu. “Tapi jika kau mau, kau bisa menambahkan tanda seperti itu,” godanya. Dan sukses membuat Ha Won kembali menggosok tubuhnya lebih kuat dari yang tadi. “Tidak perlu menyakiti tubuhku nona.” Kali ini bukan hanya sindiran tapi juga peringatan, karena Kyuhyun benar-benar merasakan sakit di tubuhnya yang digosok Ha Won .

“Aku bahkan akan mengulitimu, jika kau tidak juga menutup mulut busukmu itu!” desisnya kesal, cukup sudah ia mendengar ucapan Kyuhyun yang mulai terdengar vulgar. Dan ia tidak mau mendengar kelanjutannya lagi. Pria tidak tahu malu ini tentu saja akan dengan senang hati melakukannya, demi melihat kemarahannya. Brengsek.

“Kenapa kau marah?” tanya Kyuhyun polos, seolah apa yang tadi dikatakannya hanyalah sebuah lelucon.

“Aku tidak marah,”

“Benarkah?”

Ha Won menggertakan giginya, demi menahan ucapan pedas yang siap meluncur dari bibirnya. Dan Ha Won berani bertaruh itulah yang sedang di tunggu pria ini. Ia marah dan meledak-ledak. Dalam mimpimu saja Tuan Cho, aku tidak akan membiarkan diriku menjadi bahan leluconmu, geramnya dalam hati. Ha Won segera menyelesaikan pekerjaannnya secepat mungkin, membahas masalah seperti itu disaat tubuh Kyuhyun dalam kondisi terbuka sepertinya bukan hal bagus. Dan yang pasti akan berbahaya.

“Sudah selesai,” ucap Ha Won setelah mengancingkan kancing terakhir kemeja Kyuhyun.

“Apa kau benar-benar tidak ingin mencobanya?”

“Apa?” tanya Ha Won tak mengerti.

Sudut bibir Kyuhyun tertarik sedikit, namun matanya menatap Ha Won dengan tajam. Dan Ha Won mulai merasakan perasaan yang tidak enak mulai melingkupi hatinya. Menunggu apa yang akan Kyuhyun lakukan. “Aku tahu hubunganmu dengan kekasihmu mulai merenggang, bukankah dia sudah jarang menghubungimu?”

Ha Won melemparkan pandangan tak sukanya mendengar kalimat itu, meskipun kata-kata itu tidak sepenuhnya salah. Tapi itu tidak ada urusannya dengan Kyuhyun. Mungkin saja saat ini kekasihnya memang tengah sibuk hingga tidak sempat menghubunginya. Tapi… Bagaimana Kyuhyun bisa mengetahui masalah itu? Tapi pemikiran itu tersingkir dengan ketidak sukaan Ha Won pada perkataan Kyuhyun tadi. “Jangan sok tahu Tuan Cho! Hubunganku dengan kekasihmu itu tidak ada kaitannya denganmu” tegasnya tak suka.

“Tentu saja ada, jika setiap malam aku mendengar gerutuan kuat dari kamar sebelah.”

Ha Won merasakan wajahnya memanas, apakah omelannya beberapa malam ini terdengar hingga keluar? Sepertinya ia hanya mengomel kecil. “Ya, nona. Omelanmu itu membuat tidurku terganggu, kau tahu?” ucap Kyuhyun seolah membaca pikiran Ha Won.

Ha Won ingin membantah, tetapi apa yang di katakan Kyuhyun mungkin saja benar. Ia sudah mengganggu kenyamanan pria itu dengan masalahnya. “Maaf” ucapnya pelan.

Kyuhyun mengerutkan keningnya sedalam mungkin, tidak percaya dengan kata yang baru saja keluar dari bibir Ha Won. Wanita ini meminta maaf? Benarkah kata itu terucap dari wanita ini? Seorang Jung Ha Won mau meminta maaf? Sangat mengejutkan bukan?

Seolah tahu apa yang tengah berputar dibenak pasiennya, Ha Won memberengut sebal “Aku bukan orang yang tidak tahu diri Tuan Cho, aku akan meminta maaf jika aku merasa salah. sepertinya kali ini aku memang salah, karena sudah menganggu kenyamananmu. Dan berhenti memandangku seperti itu! Jangan membuatku menyesali kata itu Tuan Cho!” cibirnya kesal.

Kyuhyun mendengus mendengarnya. Bodoh, pikirnya. Ia menjadi penasaran seperti apa rupa pria yang begitu dicintai wanita ini. Sudah satu bulan lebih Ha Won bekerja dengannya tapi Kyuhyun belum pernah sekalipun melihat pria itu datang mengunjungi Ha Won. Dan belakangan justru ia mendapati jika Ha Won sering menggerutu dikamarnya lantaran kesal dengan kekasihnya yang mulai sulit dihubungi. “Apa kau tidak kesepian?” tanyanya tiba-tiba.

Ha Won memandangnya bingung “Maksudmu?”

Kyuhyun memandangnya dalam, seolah dengan begitu ia dapat menyampaikan maksudnya. Tapi ketika melihat raut bingung pada wajah Ha Won, dengan santai ia hanya mengatakan “Dengar, aku memang lumpuh dan belum bisa berjalan dengan normal.”

“Lalu?” tanya Ha Won tak mengerti.

“Dan kau tentu tahu dengan pasti, ada bagian lain tubuhku yang masih berfungsi dengan sangat normal. Mengingat kau pasti sudah terlalu lama tidak berhubungan dengan kekasihmu, sepertinya aku akan berbaik hati membantumu. Bagaimana? Apa aku perlu membuktikannya?”

Ha Won masih berusaha memahami kata-kata yang Kyuhyun ucapkan dengan sangat santai itu. Dan pada detik ketika otaknya dapat mencerna arti kata-kata itu.

“PLAAAKKK!!!”

Tanpa ia sadari tangannya melayang ke wajah kurang ajar dihadapannya. Sementara wajah Ha Won sendiri segera memerah. Marah. Jika tadi ia hanya diam saja menanggapi ucapan vulgar Kyuhyun, tapi tidak untuk kali ini. Demi Tuhan, ucapan Kyuhyun tadi bahkan lebih merendahkan daripada perbuatannya tempo hari yang berani menyentuh bokongnya. Apa pria ini pikir ia sama seperti wanita-wanitanya selama ini? Dadanya terasa sesak karena marah. Sungguh, seumur hidupnya belum pernah ia menerima hinaan serendah ini. Ha Won memang sudah tidak asing dengan sebuah penghinaan, ketika bersekolah dulu tak jarang ia mendapat ejekan dan hinaan lantaran menjadi anak Panti. Dan ia amat sangat tidak perduli dengan hinaan itu, baginya menjadi anak Panti lebih baik dari pada menjadi anak terpandang tapi tidak bermoral seperti pria ini.

Dan kini. Pria ini bahkan berani merendahkannya seperti pelacur, yang bisa diajak tidur dengan mudah. Tidak. Kali ini pria itu sudah keterlaluan. Ia tidak akan membiarkan pria itu merendahkannya lebih dari ini. Cukup. Ini akan menjadi yang pertama dan terakhir bagi Kyuhyun mengucapkan kata-kata laknat itu untuk dirinya.

“Apa menamparku juga merupakan bagian dari terapimu nona?” terdapat nada mengejek dari suara Khuhyun.

Dan itu sama semakin menyulut amarah Ha Won, matanya menatap Kyuhyun dengan pandangan menantang. Kyuhyun hanya bermimpi jika dengan merendahkannya ia akan takut pada pria itu. Tidak akan. Meski hatinya sakit, menerima penghinaan itu. Tapi tidak, itu tidak akan membuatnya mundur.

“Aku bahkan tidak segan untuk merobek mulut kotormu itu Tuan Cho!” geramnya marah. Ia tidak perduli apa yang akan terjadi setelah ini. Ha Won memejamkan matanya sejenak. Tidak. Ia tidak bisa memberi terapi dalam kondisi marah seperti. Melihat wajah Kyuhyun membuatnya teringat akan ucapan pria itu. Ia orang yang menjungjung tinggi sikap profesional. Dan ia akan mencemari ke-perofesional-annya saat ini, jika ia memaksakan diri untuk memberi terapi. Ia tidak berani menjamin jika ia dapat menahan diri untuk mencelakai pria ini, jika ia tetap melakukannya.

Setelah menarik nafasnya yang masih terasa sesak. Ha Won berjalan dengan langkah marah meninggalkan kamar itu. Berikut meninggalkan Kyuhyun yang masih memandangnya dengan sidikt rasa bersalah. Apa ia sudah keterlaluan? Tidak. wanita itu perlu diberi pelajaran.

 

***

Setelah meninggalkan kamar Kyuhyun dalam keadaan marah, hingga keesokan harinya Ha Won masih belum menampakan diri. Sisa hari itu ia habiskan dengan mengurung diri dikamarnya, bahkan ia juga tidak menyiapkan makan malam untuk Kyuhyun. Jangankan memikirkan makanan Kyuhyun, ia saja melupakan makan malamnya. Hatinya masih sakit mengingat ucapan Kyuhyun kemarin, dan ia masih marah untuk itu. Terlebih sang kekasih tempatnya biasa berkeluh kesah, kembali tidak bisa dihubungi. Sungguh, ia merasa hari itu adalah hari tersial selama hidupnya.

Kyuhyun tahu ia sudah keterlaluan kemarin, dan menyadari jika Ha Won benar-benar marah padanya. Sebagai pria gentle, sepertinya meminta maaf bukan hal yang memalukan. Tapi sejak tadi pagi hingga sesiang ini, panggilan intercomenya belum juga mendapat jawaban. Kyuhyun tahu ia salah, tapi apa wanita itu tidak bisa bersikap profesional?

Bahkan yang memandikan dan menyiapkan makannya adalah Yong Joon. Sementara Ha Won masih belum juga muncul dihadapannya sejak kejadian kemarin. Tak ingin menjadi pria brengsek yang tidak dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kyuhyun bangkit dari duduknya. Sebulan lebih melakukan terapi sudah cukup membawa kemajuan untuk pergerakan kakinya. Ia sudah bisa mendudukan dirinya pada kursi roda tanpa perlu bantuan. Hanya saja jika untuk berjalan, itu masih terasa sulit dan menyakitkan.

Setelah memastikan dirinya duduk dengan benar di kursi rodanya, Kyuhyun menggerakan tombol yang terdapat pada bagian lengan kursi untuk mengatur kecepatan kursi rodanya bergerak. Setelah memandikan Kyuhyun tadi, Yong Joon segera pergi kesekolahnya. Kyuhyun tidak merasa heran saat mendapati Yong Joon-lah yang mengurusnya pagi ini, karena ia tahu Ha Won masih marah padanya. Dan ia akan segera menyelesaikan masalah kemarin.

Kyuhyun mengetuk pintu kamar Ha Won beberapa kali, tapi tidak ada sahutan. Apa wanita itu masih tidur jam segini? Tidak mungkin, dia wanita disiplin tidak mungkin ia masih tidur. Tapi kenapa ketukannya tidak juga mendapatkan jawaban? Apakah tidak apa jika ia membuka pintu kamar itu? Ini rumahnya, seharusnya itu bukan masalah kan? Tapi saat ini ada orang lain yang menghuni kamar itu, dan orang lain itu adalah orang yang baru saja ia buat marah. Kembali Kyuhyun mengetuk pintu kamar itu, namun lagi-lagi tidak mendapatkan jawaban.

Tak ingin memikirkan Ha Won yang akan marah jika dirinya menerobos masuk, Kyuhyun menggerakkan tangannya pada knop pintu. Pelan ia membuka pintu itu, dan matanya membulat saat ia mendapati Ha Won yang masih bergelung dengan selimut tebalnya. Seketika ada rasa khawatir dalam hatinya, tidak biasanya wanita ini tidur hingga sesiang ini. Kyuhyun segera melajukan kursi rodanya menuju ranjang Ha Won. Matanya segera menangkap gerakan yang tidak beres, tubuh dalam balutan selimut itu terlihat bergetar. Kyuhyun semakin mendekat untuk memastikan apa yang terjadi.

Dan ia benar-benar terkejut saat melihat wajah Ha Won yang memerah. Tangannya bergerak tanpa dikomando, menyentuhkan telapak tangannya pada bagian kening wanita itu. Panas. Sangat panas. Ya Tuhan, wanita ini demam. Tubuhnya panas sekali. Kyuhyun mulai terlihat panik, ia memutar kursi rodanya menuju pintu. Berteriak kuat memanggil Kim ahjuma, namun beberapa kali ia berteriak tidak juga ada jawaban dari wanita tua itu. Jam-jam seperti ini biasanya adalah waktunya Kim ahjuma berbelanja, dan sepertinya Kyuhyun menyadari hal itu. Berarti saat ini tidak ada orang lain dalam rumah ini selain mereka berdua. Seorang wanita yang sedang terbaring sakit dan seorang pria lumpuh. Benar-benar kondisi yang amad buruk.

Untuk saat ini Kyuhyun begitu mengutuki kelumpuhannya, karena hal ini menghalanginya untuk membantu wanita itu. Raut panik masih bertahan diwajahnya. Ia harus melakukan suatu hal untuk menyelamatkan wanita itu. Harus. Kyuhyun kembali menuju ranjang Ha Won.

“BRENGSEK!!! Kelumpuhan ini benar-benar menyusahkanku, sialan! Apa yang harus kulakukan? Ya  Tuhan, badannya panas sekali,” Kyuhyun menyentuh leher Ha Won, dan bagian itu justru lebih panas lagi. Ia hampir merasa tangannya terbakar saat menyentuhnya.

“Dokter. Aku harus menghubungi dokter.” Kyuhyun menolehkan kepalanya kesana kemari mencari benda itu, tapi tidak menemukannya. Sial, kenapa dikamar ini tidak dipasangi telepon? Dengan terburu-buru Kyuhyun segera menggerakan kursi rodanya menuju pintu.

“Di…ngiiin,” ceracau pelan itu berhasil membuat Kyuhyun menghentikan gerakan kursinya. Ia segera berbalik kembali mendekati Ha Won, wanita itu mengigau di antara demamnya. Gumpalan rasa bersalah hinggap dihatinya saat memandang wajah meringis dihadapannya, apa kata-katanya kemarin yang membuat wanita ini sampai sakit seperti ini? Alangkah bajingan dirinya jika itu alasannya.

“Dokter. Ya Tuhan. Aku harus segera memanggil dokter.” Kyuhyun segera menuju kamarnya. Meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas disamping tempat tidurnya. “Dokter Park, bisa kau kerumahku sekarang?…… Bukan. Aku baik-baik saja, bukan aku yang sakit…. tidak eomma dan appa sedang di Seoul….. Tidak…. Ya Tuhan, bisakah kau segera kemari tanpa perlu banyak pertanyaan?…. Ne… Baiklah aku tunggu.”

Tidakkah Dokter keluarganya itu tahu jika dia sedang panik? Seharusnya yang perlu dilakukan Dokter itu adalah segera datang, bukannya bertanya hal-hal lain. Menjengkelkan.

Kyuhyun kembali menuju kamar Ha Won. Dilihatnya tubuh gadis itu semakin bergetar, ia segera mendekat. Tetapi tidak tahu harus melakukan apa? Sebelum ini ia tidak pernah mengurus orang sakit, dan apa saja yang dilakukan untuk pengobatan awal ia juga tidak tahu. Apakah selama ini ia merupakan orang yang egois dan tidak pernah memikirkan nasib orang lain? Sepertinya begitu. Bahkan merawat orang demam saja ia tidak tahu.

Lama Kyuhyun menunggu Dokter Park yang tak kunjung datang juga, sementara Ha Won terus saja menceracau kedinginan. Dalam kekesalan dan kepanikannya, Kyuhyun mengingat kondisinya saat demam dulu. Jika tidak salah, sang eomma pernah meletakkan handuk dingin didahinya. Apa itu merupakan salah satu cara perawatan?

Haish, terserahlah apapun akan dicobanya demi meredakan demam gadis itu. Kyuhyun melaju menuju kamar mandi. Mencari handuk kecil yang bisa digunakan untuk mengompres, setelah menemukannya ia mencari wadah yang bisa digunakan untuk tempat air. Dan ketika semua yang di butuhkannya sudah ia dapat. Kyuhyun membawa tempat berisi air dingin beserta handuk itu, kembali mendekati ranjang Ha Won. Kondisinya saat ini membuatnya sedikit mengalami kesulitan, Kyuhyun meletakan wadah itu di pangkuannya. Tangan kirinya menjaga agar wadah itu tidak terjatuh ataupun airnya yang tumpah, sementara tangan kanannya melajukan kursi rodanya.

Wanita itu masih saja mengigaukan kata-kata yang tidak jelas. Dengan perlahan dan hati-hati, Kyuhyun meletakan handuk basah itu di kening Ha Won. Berharap dapat sedikit meredam panas tubuh wanita itu. Tak berapa lama kemudian, ponsel dikantung kemejanya bergetar. “Masuk saja, tidak ada orang yang bisa membukakan pintu. Tidak, kurasa pintunya tidak dikunci.” Kyuhyun segera mematikan ponselnya begitu Dokter Park bilang ia akan segera masuk.

“Cepatlah periksa dia!” seru Kyuhyun begitu melihat Dokter Park memasuki pintu yang memang sudah terbuka itu.

Tanpa berkata-kata Dokter Park segera melakukan pekerjaannya. Lama ia berkutat dengan segala macam peralatan medis yang di bawa dalam tas jinjingnya. Lalu melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Ha Won. Setelah memastikan apa yang terjadi pada wanita itu, ia menoleh pada Kyuhyun sambil melepaskan stetoskop-nya.

“Dia demam,” ucap Dokter Park.

“Ck, aku tahu. Tapi apakah hanya demam biasa?”tanya Kyuhyun tak sabar.

“Ya, dia hanya demam biasa. Suhu tubuhnya memang sangat tinggi, sepertinya ia terlalu lelah dan banyak pikiran. Dan juga aku berpendapat jika pola makan gadis ini tidak teratur, sehingga membuat tubuhnya lemas kekurangan nutrisi. Aku akan memberinya resep obat dan vitamin, kau bisa menyuruh orang untuk menebusnya” jelas Dokter Park.

Arra,

Dokter Park tersenyum penuh arti saat melihat raut cemas di wajah Kyuhyun. “Nugu?”

Mwoya?”tanya Kyuhyun polos.

“Bodoh, tidak perlu berpura-pura didepanku. Kau kira aku baru mengenalmu, huh? Siapa dia?” tanya Dokter Park sambil menggerakan tangannya yang memegang bolpoin diatas sebuah kertas resep.

“Terapisku”

Dokter Park menghentikan kegiatannya sejenak dan memandang Kyuhyun tak percaya “Terapis? Bukankah kau bilang sudah tidak mau menggunakan jasa mereka? Kenapa dia menjadi pengecualian? Bukan karena dia wanita, kan?” tanyanya penuh selidik. Kyuhyun tidak menjawab. Dokter Park sudah menjadi Dokter keluarga Cho sejak Kyuhyun kecil. Meski usianya sudah tidak muda lagi, tapi bukan berarti ia tidak pandai bergaul. Ia sangat paham menyesuaikan situasi, dulu saat Kyuhyun masih bisa berjalan normal mereka sering berolahraga Golf bersama. Tapi setelah Kyuhyun mengalami kecelakaan dan ia menolak semua pengobatan yang diberikan padanya, mereka jadi jarang bertemu. Dan kejadian ini tentu saja menarik perhatiannya.

Kyuhyun bukan orang yang mudah perduli pada orang lain, dan jika ia sampai melakukan hal itu berarti ada sesuatu yang patut dicurigai. Itulah pemikiran yanng bersarang dibenak Dokter Park. “Apa kau yang mengompresnya?”

Ne,wae?”

Aniya” Dokter Park tersenyum usil kearahnya.

“Ck, buang pemikiran itu! Dia hanya terapisku,” ujar Kyuhyun yang merasa jengah dengan pandangan dan senyum usil Dokter Park.

Mwoya? Aku tidak mengatakan apapun.”

“Tapi pandanganmu sudah mengatakan apa yang ada dikepalamu Dokter,” gerutunya kesal

“Hahahahahha….” Dokter Park tak mampu menahan tawanya mendengar omelan Kyuhyun. Dasar anak muda, pikirnya. “Sudahlah, terserah apa katamu. Ini resepnya dan pastikan dia beristirahat dan makan yang teratur. Aku masih banyak pasien, maaf tidak bisa mengobrol banyak denganmu” ucapnya dengan nada bersahabat, tangannya menepuk bahu Kyuhyun pelan.

Kyuhyun mengangguk “Gomawo”

 

***

Ha Won baru membuka mata keesokan paginya, sepertinya suntikan yang diberikan Dokter Park membuatnya tertidur sangat lama. Ia merasakan pusing yang luar biasa dikepalanya, nyeri. Namun ia berusaha menormalnya pandangannya, ia masih merasakan dingin dan panas di saat yang bersamaan. Ia melihat Kyuhyun tengah duduk sambil memandang kearahnya. Pria itu sudah tampak rapih, apa Yong Joon yang mengurusnya? Tanya Ha Won dalam hati.

“Sudah merasa lebih baik?” tanya Kyuhyun.

“Sedikit” jawab Ha Won sekenanya, “Berapa lama aku tertidur?”

“Tepatnya berapa lama aku tidak tahu, tapi sepertinya lebih dari satu hari.”

Ha Won tak menyahut, ia memandangi pakaiannya yang sudah berganti. Siapa yang menggantinya? Tidak mungkin kan jika…

“Kim ahjuma yang menggantikannya” jawab Kyuhyun seperti membaca pikiran Ha Won. Wanita itu hanya ber-Oh saja. Ia masih enggan melihat Kyuhyun, hatinya masih sedikit sakit saat mengingat ucapan merendahkan pria itu. “Maafkan aku”

Ha Won menoleh cepat saat mendengar ucapan Kyuhyun “Maaf, ucapanku kemarin lalu benar-benar keterlaluan. Aku tidak bermaksud mengatakan itu, aku hanya…”

“Lupakan saja” potong Ha Won cepat, ia tidak ingin membahas masalah itu lagi. Tapi jika pria ini benar-benar meminta maaf, mungkin bisa sedikit mengobati sakit hatinya. Meski kekesalan itu masih ada. Ha Won menarik pandangannya kembali menatap selimut tebal yang membungkus tubuhnya.

“Aku sungguh-sungguh meminta maaf nona” jelas Kyuhyun.

“Aku tahu”

“Dan apakah aku sudah dimaafkan?” tanya Kyuhyun menuntun kepastian, karena dari tadi wanita itu tidak juga mau melihat kearahnya.

Ne,”

“Kenapa aku tidak mendapatkan ketulusan dari jawabanmu?”

Kini mau tidak mau, Ha Won menoleh lagi kearah pria itu dan memandangnya kesal. Tidakkah pria ini tahu ia sedang tidak ingin berdebat? “Kondisiku sedang tidak memungkinkan untuk melayani perdebatanmu, aku sudah memaafkanmu. Tidakkah itu sudah cukup sebagai jawaban?”

Kyuhyun menarik nafas pelan, menyadari tindakannya yang kembali membuat wanita itu kesal. Padahal niatnya adalah untuk meminta maaf.

Ha Won mencoba mengangkat kepalanya, tapi hal itu terasa sulit saat kepalanya terasa berat. Ia meringis saat kembali merasakan nyeri itu. Ha Won benci sakit. Sakit membuatnya lemah dan membutuhkan bantuan orang lain. Dan ia tidak suka di kasihani dan dianggap lemah. Hah, tapi apa mau dikata sistem imun-nya sedang tidak bagus dan itu membuat kondisi tubuhnya memburuk. Ditambah lagi pikirannya yang dihadapkan pada masalah yang menghampirinya. Belum sudah, ia memikirkan tentang kekasihnya yang terasa mulai menjauh dan semakin sulit dihubungi. Ia sudah dihadapkan pada sebuah penghinaan yang dilakukan pasiennya. Salah satu kelemahannya ialah ia tidak bisa berpikir terlalu berat, karena hal itu akan mempengaruhi kondisi kesehatannya. Dan kedua masalah itu sudah berhasil menjadi bahan pemikirannya, hingga menggganggu kesehatannya dan membuatnya sakit.

Ha Won kembali mencoba bangkit, tapi lagi-lagi ia meringis nyeri. “Jangan bergerak dulu, kau masih sakit. Beristirahatlah. Atau sebaiknya kau makan dulu, kata Dokter kau kekurangan nutrisi. Apa selama ini kau jarang makan?” Ha Won tidak menjawab. Dan itu membuat Kyuhyun sedikit kesal, ia masih ragu jika dirinya sudah dimaafkan. Tapi ia tidak akan bertanya lagi, kondisi wanita ini sedang tidak baik. Kyuhyun mendekat ke ranjang Ha Won dan meraih baki makanan yang tadi dibawakan Kim ahjuma untuk sarapan Ha Won, tanpa sungkan pria itu mengangsurkan sesendok makanan kearah Ha Won.

Wanita itu mengerutkan kening antara heran dan tak percaya melihat pasiennya ini berusaha menyuapinya. Tidakkah itu sesuatu yang mengejutkan?

“Yang pasienku itu kau Tuan Cho, kenapa jadi aku yang kau suapi?” tanya Ha Won dengan suara yang masih serak. Ditambah ia merasa jengah diperlakukan seperti itu, ia tidak biasa dilayani meski dalam kondisi sakit.

Kyuhyun tersenyum mendengar protesan Ha Won “Tapi saat ini kau yang sedang sakit, bukan aku.” Ia kembali mengangsurkan suapan kemulut Ha Won. Tapi wanita itu kembali menghindar setelah sebelumnya menatap tak suka pada makanan itu “Aku tidak suka nasi” tolaknya.

Dan ucapan itu sukses membuat Kyuhyun menatapnya heran. Apa telinganya tidak salah dengar? Wanita ini tidak menyukai nasi? Lalu selama ini ia memakan apa?

“Tidak suka nasi? Lalu apa yang kau makan selama ini?

Ha Won menoleh malas kearahnya, sebenarnya ia sedang tidak ingin banyak bicara. Tetapi sepertinya Kyuhyun tidak mengerti hal itu. “Aku memakan apa saja selain nasi dan sayur” jawabnya enggan.

Ha Won mendengar Kyuhyun mendengus “Pantas saja Dokter bilang kau kekurangan nutrisi” cibirnya “Aku heran, kau ini seorang yang bekerja dibidang kesehatan. Bagaimana mungkin kau mengabaikan kesehatanmu sendiri?”

Ya Tuhan, tidakkah pria ini bisa menghentikan mulutnya sebentar saja? Kenapa dia suka sekali mendebatnya? Bahkan dikala kondisinya sedang sakit. “Kesehatanku tidak ada urusannya denganmu.”

“Tentu saja ada. Karena kondisi sakitmu ini juga berpengaruh pada kesembuhanku. Seharusnya aku bisa sembuh lebih cepat, tetapi karena kau sakit kesembuhanku jadi tertunda.”

Benar. Ha Won tidak membatah kali ini, karena yang Kyuhyun ucapkan memang benar. Hah, ia benci ada diposisi seperti ini. Saat dimana ia tidak dapat membalas ucapan Kyuhyun. Pasti saat ini pria itu sedang tersenyum penuh kemenangan karena dirinya tak dapat membantah.

Dan memang benar, Kyuhyun tersenyum puas saat menyadari Ha Won tak mampu membalasnya. “Jadi, apa yang bisa kau makan untuk memulihkan kondisimu?”

“Kentang lumat”

***

Dua hari kedepan kondisi Ha Won semakin membaik, suhu tubuhnya sudah kembali normal. Dan dalam proses kesmbuhannya itu, tentu saja tak lepas dari campur tangan pasiennya. Entah mengapa ia merasa Kyuhyun menjadi semakin cerewet padanya, bahkan lebih cerewet dari yang pernah ia lakukan pada pria itu. Berlebihan. Tapi mau tidak mau, Ha Won mengakui jika dibalik sifat menyebalkannya. Kyuhyun merupakan pribadi yang baik dan sangat peduli pada orang lain, hanya saja ia sangat pandai menyembunyikan sifat baiknya itu.

Ha Won merasa hari ini ia sudah bisa melakukan tugasnya seperti biasa, ia merasakan tubuhnya sudah kembali fit. Sepertinya obat dari Dokter itu sangat manjur baginya atau mungkin juga dari perawatan paksa yang Kyuhyun lakukan? Pasalnya selama Ha Won sakit, Kyuhyun bersikeras untuk merawatnya. Ia bahkan melarang Kim ahjuma dan Yong Joon membantunya menemani Ha Won. Kyuhyun hanya memanggil mereka saat ia membutuhkan bantuan yang tidak dapat ia lakukan.

Kyuhyun memasuki kamar Ha Won dan melihat wanita itu sedang berdiri di depan jendela, sambil merentangkan tangannya lebar-lebar untuk menghirup udara pagi yang segar menyapa hidungnya. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah wanita itu. Beberapa hari ini ia bahkan berhasil bangun pagi dengan sendirinya, karena Kyuhyun tidak ingin melewatkan kesempatan melihat wajah damai Ha Won yang tengah tertidur pulas. Dan akan menjadi hiburan tersendiri saat ia melihat wajah merona wanita itu yang malu saat membuka mata dan mendapati Kyuhyun mengamati tidurnya, tapi wanita itu tidak marah terhadap tindakannya. Atau mungkin kondisinya yang tidak mengijinkannya untuk marah-marah? Entahlah. Yang pasti Kyuhyun menikmati moment itu.

“Bagaimana kondisimu hari ini?” tanya Kyuhyun, sambil berusaha terlihat tidak begitu perduli.

Ha Won menghentikan keasyikannya bercengkrama dengan matahari pagi yang menerpa wajahnya, ia benar-benar merindukan sinar itu. Ha Won segera menoleh kearah Kyuhyun, tersenyum tulus pada pria itu. “Sangat baik,” jawabnya riang.

“Baguslah” balas Kyuhyun sekedarnya.

Ha Won kembali menghadapkan wajahnya pada Matahari pagi yang seolah tak rela Ha Won mengabaikannya barang sejenak.

“Minggu depan kita akan Ke Seoul,” ucap Kyuhyun singkat.

Ha Won kembali menghentikan kegiatannya, ia tidak menoleh pada Kyuhyun. Tapi ia mendengar dengan jelas apa yang Kyuhyun katakan. Seoul? Mengingat Kota itu, yang terlintas dikepalanya adalah Panti asuhan dan kekasihnya. Sudah berapa lama sejak terakhir kali ia meninggalkan kota itu? Sebelum merawat Kyuhyun, ia baru saja menyelesaikan Kontrak kerjanya pada sebuah keluarga di kota Mokpo. Dan ia langsung menuju Busan begitu mendapat kabar dari Suster Kepala di Panti, jika ada yang membutuhkan jasanya.

Dan tadi, pria itu bilang mereka akan ke Seoul? Apakah ia boleh tersenyum? Sepertinya boleh. Lalu Ha Won tersenyum kearah Kyuhyun, tersenyum senang. “Benarkah? Apa kau sedang ada urusan di Seoul?” tanyanya ingin tahu.

Ne, aku mulai bosan dengan suasana disini dan ingin kembali ke Seoul. Aku sudah memberitahu eomma, agar disiapkan semuanya,” Kyuhyun berusaha menyembunyikan senyumnya saat melihat senyum dan semangat diwajah Ha Won. “Jadi, apa kau siap nona?”

“Tentu saja,” jawab Ha Won bersemangat.

Kyuhyun hanya mengangguk pelan, masih ada yang sedikit mengganjal dihatinya. Saat Ha Won demam kemarin, ia berulang kali mengucapkan satu nama. “Nona Jung, bolehkah aku menanyakan sesuatu?”

Mwoya?”

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

HAAHHHH…..#tarik nafas – buanggg…

Hadeeeehhhh Mian bangged jika hasilnya amad sangat mengecewakan…. Jujur sebenernya saiia lagi kurang feel ama FF ini. Entah kenapa, saiia juga kagak tau.

Dan bulan ini saiia bener2 kagak produktif coz rasanya mayeeessss bgd mau nulis, sebenernya mau ngapa2in juga mayees sih. #gampar bulak/balik.

Bisa dilihat bukan? Gimana blog ini udah berkarat dan lumutan?

Yah, apa mau dikata saiia juga sedang disibukan dengan pekerjaan saiia di akhir tahun. Ouh tidak, tutup buku tahunan????

Huaaaa…. alamat rempong. *lupakan.😀

Yasudlah, ini ngetik juga dengan memaksakan diri. Saiia kagak heran kalo nanti feelnya gak dapet, atau bingung ama jalan ceritanya.

Sepertinya cuti seminggu masih belum mampu merefresh otak saiia.

Yah, apapun hasilnya harap dimaklumi yeee….

Ghamsamnida……..

 

 

107 thoughts on “The Bad Patient Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s