Our Baby “Dong Ha”

Dong Ha

Okeh, untuk pertama kalinya saiia memperkenalkan bayi baruku,

wkwkwkwkkw….

Lee Dong Ha… aaahhhh….

gak anaknya gak appa-nya. bikin saiia gilaaaaaaaa….

okeh, kalo-kalo ada yg minat kenalan ama my baby yg unyu2, kek eommanya….

HAPPY READIIINGG………..!!!!!!!!!!

************

Lantunan merdu yang berisikan lirik-lirik penuh kasih, terdengar dari arah kamar mandi. Wanita itu terlihat begitu hati-hati namun cekatan menggerakan tangannya membasuh tubuh montok bayinya, dengan kehangatan air yang membuat bayi itu merasa nyaman. Sesekali tubuh kecil itu bergerak aktif, menghasilkan kecipak air yang membuat Ha Won menggeleng senang melihat keaktifan bayinya.

Dong Ha menampilkan cengiran khas bayi, mempertontonkan gusinya yang masih belum terisi gigi. Mata sipitnya semakin menipis membentuk sebuah garis, saat cengiran itu berubah menjadi tawa, kala Ha Won menggerakan tangannya untuk menggoda bayi itu.

Ha Won merasakan kedamaian berlipat, ketika memandang bayi itu. Kebahagiaannya terasa sulit untuk dibendung. Bocah ini, adalah anugerah yang Tuhan berikan dalam hidupnya, setelah pria itu. Tangan Ha Won bergerak membelai kelembutan kulit jemari Dong Ha yang begitu lembut. Merambat naik menuju kepala dengan rambut yang masih sedikit. Dielusnya kening lembut Dong Ha, seperti mengerti jika sang ibu sedang mengagumi ketampanannya, bayi itu mengerjap-ngerjapkan matanya dengan gaya menggemaskan.

Membuat kedua sudut bibir Ha Won tertarik, membentuk senyuman indah. “Kau tahu? Appa-mu itu sangat egois. Dia mewariskan semua gennya padamu, tanpa memberiku celah untuk ikut adil. Lihatlah, kau bahkan seperti peruwujudannya dalam ukuran kecil.” Dong Ha terkikik geli saat sang ibu menyurukkan wajah diperutnya. Ha Won tak perduli dengan wajahnya yang sudah bersih setelah mandi, kembali berbasah ria dengan putranya. Memandikan Dong Ha, merupakan kesenangan tersendiri baginya. Bayi itu sangat menyukai air, tubuhnya akan bergerak aktif, begitu melihat bak mandinya yang berwarna biru dengan gambar ikan badut dibagian dasarnya itu penuh dengan air.

Setelah beberapa menit, Ha Won menyudahi acara mandinya. Bayi berusia lima bulan itu tidak akan pernah merasa bosan jika sudah bermain air. Dasar bayi ikan, batin Ha Won geli. Menyadari Donghae yang akan sangat marah jika ia mengatakan hal seperti itu.

Masih mengenakan jubah mandinya, Ha Won membungkus Dong Ha yang terlihat enggan kegiatan mandinya dihentikan oleh ibunya, dengan selembar handuk lembut bergambar sama dengan bak mandinya, Nemo. Seolah menyatakan jika dirinya benar-benar anak seorang Lee Donghae. Bayi itu sama seperti appa-nya, begitu tergila-gila dengan ikan badut berwarna orange dengan garis-garis putih itu. Hampir semua barang milik Dong Ha, tak lepas dari hal berbau Nemo. Donghae benar-benar berhasil meracuni bayi mereka dengan kesukaannya.

Donghae menggerakan matanya yang masih terpejam, saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, disusul langkah-langkah lembut setelahnya. Donghae memaksa matanya untuk terbuka.

Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah, sosok ramping terbalut jubah mandi berwarna putih, yang tengah menggendong buntalan berwarna biru. Dari balik buntalan itu, tersembul kepala bulat yang mendongak kearahnya. Dong Ha menunjukan cengirannya, kemudian, mulut mungil itu mulai mengeluarkan celotehan bayi yang sulit diartikan. Tangan Dong Ha bergerak-gerak lincah, dan kekehan riangnya terdengar saat Donghae menggodanya dengan memajukan bibirnya dan mengeleng-gelengkan kepalanya dengan gerakan lucu.

Ha Won menoleh kearah tempat tidur, menahan geli, ketika melihat tingkah abstrak suaminya. “Kau sudah bangun?” tanya Ha Won sambil lalu. Ia segera berjalan menuju ranjang, setelah mengambil mainan karet untuk bayinya. Meletakan Dong Ha di samping suaminya.

“Ada keharuman yang mengusik tidur lelapku,” jawab Donghae dengan rayuan gombalnya. Ia mendudukan dirinya, sambil bersandar pada kepala ranjang. Memperhatikan Ha Won yang sibuk memilihkan baju untuk Dong Ha, pada lemari kecil yang berisi pakaian bayi itu. Sementara, bayi di sampingnya itu sibuk menggigiti mainan karet yang Ha Won berikan. Gusinya yang mulai terasa gatal, membuatnya ingin menggigit sesuatu.

“Kau tidak mandi?” tanya Ha Won, kembali mendekati ranjang dengan berbagai benda ditangannya. Kedua tangan ibu muda itu, segera bergerak lincah membalur tubuh gempal Dong Ha dengan minyak yang bisa memberikan kehangatan bagi bayi. Dan, setelah menaburkan bedak bayi disebagian besar tubuh Dong Ha yang semakin terlihat sehat. Ha Won memakaikan bayinya dengan pakaian lucu bergambar teddy bear berwarna coklat muda, hadiah dari mertuanya yang protes karena pakaian sang cucu lebih didominasi dengan gambar ikan.

Donghae tersenyum melihat ketelatenan istrinya mengurus anak mereka. Hmmm… Bagaimana mungkin, wanita yang dulunya galak dan cuek, bisa berubah menjadi ibu peri yang penuh dengan kelembutan seperti ini? Lee Dong Ha, kau benar-benar keajaiban nyata yang dikirimkan Tuhan untuk kami. Donghae beringsut dari duduknya, menyurukan wajahnya pada pipi gembul Dong Ha yang harum. Membiarkan istrinya meraih pakaian yang akan digunakan dari dalam lemari. Disela-sela keasyikannya menciumi pipi Dong Ha yang masih terlihat sibuk dengan mainan karetnya, sambil bergumam tidak jelas, Donghae mencuri pandang kearah Ha Won yang sedang mengenakan dress cerah sepanjang lutut. Dress itu belum terkancing sempurna, bagian atasnya masih terbuka, menampilkan pemandangan yang mampu membuat dada Donghae kembali bergolak.

“Cih, tidak tahu malu. Mengintip didepan anakmu sendiri, Tuan Lee?” sindir Ha Won. Melotot pada suaminya dari arah cermin didepannya, yang menampilkan bagaimana tatapan Donghae menelusuri tubuhnya. Tangan Ha Won bergerak cepat mengancingkan bagian depan dressnya. Sengaja mengenakan pakaian itu, untuk memudahkannya saat menyusui Dong Ha.

Donghae menyeringai dengan wajah merona, malu kepergok mengintip istri sendiri secara terang-terangan. “Hanya tidak ingin melewati pemandangan indah,” katanya berdalih.

“Ck, selimut itu bahkan tidak mampu menyembunyikan apa yang terjadi dibaliknya,” tunjuk Ha Won pada selimut yang menutupi tubuh polos Donghae hingga sebatas pinggang.

“Lalu aku harus bagaimana, Nyonya Lee?” tanya Donghae berpura-pura pasrah.

“Mungkin, dengan mandi kau bisa merasa lebih baik,” jawab Ha Won. Menghindari keinginan tersirat dalam pertanyaan suaminya.

“Mungkin juga ada cara lain yang bisa kita lakukan?” Donghae berusaha melancarkan aksi merayunya.

Ha Won tersenyum puas dengan alis kanan terangkat, saat mendengar rengekan Dong Ha yang berhasil menyelamatkannya, dari godaan yang mulai dilancarkan Donghae. “Sepertinya, Dong Ha tidak setuju dengan kemungkinanmu yang kedua.”

Rengekan Dong Ha semakin menjadi, setelah tadi mulut kecilnya itu menguap beberapa kali. Menandakan bayi itu sudah kembali mengantuk begitu selesai dimandikan. Hal yang memang sudah menjadi kebiasaannya.

Ha Won segera mendudukan diri di ranjang, mengangkat Dong Ha keatas pangkuannya. Seperti kebiasaannya sebelum tidur, bayi itu secara otomatis menggosokan wajahnya pada dada ibunya. Mencari sesuatu yang bisa mengisi perutnya sebelum tidur. Dengan tanggap, Ha Won segera membuka beberapa kancing dress santainya. Tapi, sebelum memberikan apa yang diinginkan anaknya. Ia melirik kesal pada Donghae yang masih belum beranjak kekamar mandi.

“Apa aku harus membawa bak mandi Dong Ha kemari, dan menumpahkan isinya diatas kepalamu, Lee Donghae?”

Donghae memberengutkan wajahnya, “apa aku tidak boleh melihat anakku tertidur?”

Ha Won mencibir mendengar alasan konyol suaminya, “alasan yang kau ucapkan tidak sesuai dengan isi kepalamu, Hae.”

“Apa begitu terlihat jelas?”

“Sangat.”

Donghae menarik nafas kesal karena usahanya tak membuahkan hasil, “baiklah, kali ini aku mengalah. Tapi hanya kali ini saja, oke?” masih dengan wajah memberengut sebal, pria itu berjalan kearah kamar mandi yang terletak disudut kamar dengan tubuh polos.

Yakin jika Donghae sudah menutup pintu kamar mandi, Ha Won segera melanjutkan membuka kancing bajunya. Bayi itu sudah bergerak-gerak tidak sabar, lalu segera terdiam begitu mulutnya sudah tersumpal dengan sumber makanannya. Ha Won memandangi Dong Ha yang dengan lahap menghisap dadanya. “Baby, appa-mu itu sangat menyebalkan, kau tahu? Dia itu perayu ulung. Jika sudah besar nanti, kau tidak boleh seperti itu, arra?”

“Jangan merusak citraku didepan anakku, Wonie. Dia akan tahu jika appa-nya adalah pria idaman dengan sejuta pesona,” terdengar jawaban dengan kepercayaan diri tinggi dari arah kamar mandi.

“Haissshh… Kenapa telinga ikan itu jeli sekali sih?”

“Berhenti memanggilku ikan, atau kau akan mendapati dirimu tenggelam didalam sini bersamaku.”

Ha Won memutar bola matanya malas, mendengar ancaman konyol suaminya. Dasar ikan badut menyebalkan, batinnya.

FIN

Seiprit yah??????

wakakakakak…..

entahlah, saiia juga gak sadar pas ngetik inih. ahahahhaa… cuma ngebayangin kalo saiia beneran mandiin bayi ajah. :p

aaahhhhhhhhh….. jadi beneran pingin khan…… -_-
ituh si Onge kapan sih ngelamarnya??? lambreta deh ah. keburu saiia diserobot si Autis neh nti. akakakak…

okehlah, numpang lewat ajah. #lambai2 tangan Dong Ha

Ghamsahamnidaaaaaaaa……………….

68 thoughts on “Our Baby “Dong Ha”

  1. Kekekeke… Aigo… Rasanya tuh ikutan senang melihat dong ha dan segala macam ekspresi yg dikeluarkannya.
    Lucu bgt!
    Ditambah dgn appanya donghae. Mereka terlihat bahagia menjalani peran masing2 menjadi ibu dan ayah dong ha.
    Keren ff nya.
    Gumawo

  2. Suka banget baca ff nya member sj yng sudah mempunyai baby

    keluarga donghae oppa bahagia sekali apalagi anaknya lucu banget bener2 nurun dari donghae oppa yng ganteng

  3. Anyeong………anyeong…….
    Salam knal q reders bru n in ff prtama yg q bca. Ff lee donghae pertama n lngsung jtuh hati ama dong ha
    Kekejejkeje
    Ff nya keren ap lgi dong ha na
    Kekekekeke
    Q jdi lbih demen bayangi mukak dong ha n bdan gembul nya
    Kekejejej
    Salam knal ya :*

  4. annyoung….aku reader baru,,,salam kenal…
    minta izin buat baca2 FF nya ya….terimakasih

    wah…ceritanya menarik….donghae oppanya disini lucu…dan sepertinya kehidupan pernikahannya pasti seru dan mengemaskan….apalagi anak dan ayah yg sama2 penggemar ikan…anak dan ayah sama saja…..hehhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s