Freelance : The Second Gift – Part 1

943241_209807985835645_911754759_n

 

 

Author  :  Tiara Bedingfeld

Genre   : Sad, Romance, Family Life

Cast      : Lee Donghae, Jung Ha Won, Lee Dong Ha

 

 

 

 

Jung Ha Won Pov

January 2013

“Bukankah sudah kukatakan padamu Wonnie-ya, bahwa aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian! Kau adalah seorang putri dari keluarga terhormat dan putri satu-satunya di keluarga ini, mana mungkin aku akan membiarkanmu menikah dengan seorang pegawai biasa? Apa yang akan ia berikan padamu? Kau pikir kau akan mampu bertahan hidup hanya dengan makan cinta?” Ujar pria tuaku dengan sakartis membuat detak jantungku berhenti sekeketika dan sontak menguatkan genggaman tanganku pada pria yang sudah aku gilai setengah mati ini dan karenanya pun sebentar lagi aku akan berlebel baru sebagai anak durhaka.

“Appa…” sergahku dengan lirih nyaris seperti bisikkan.

“Tinggalkan putriku sekarang juga Lee Donghae, karena sampai matipun aku tidak akan memberikan putriku pada pemuda miskin sepertimu.”

TES

Cairan bening itu kini telah luruh kewajah putihku, dan tanpa ragu aku semakin menggenggam erat jemari Lee Donghae.

“Tetapi aku mencintainya Ahjussi, dan aku berjanji aku tidak akan menyakiti putrimu barang sedikitpun. Berikan aku kesempatan untuk membuktikan padamu bahwa aku sanggup membahagiakannya.” Pinta priaku yang kini tengah serius memohon pada Appa, meski aku tahu bahwa Appa tidak akan merubah keputusannya dengan alasan apapun.

“Kau bilang bahagia? Bahagia seperti apa yang kau maksud tuan Lee? Tinggal di Apartemen sempit dan pergi kemanapun hanya menaiki motor bobrokmu? Kau pikir Wonnie-ku akan bertahan dengan segala keterbatasanmu dan kekurangan materimu? Kau lihat, putriku selalu mengendarai mobil mewahku kemanapun ia pergi dan semua barang-barang yan ia miliki bahkan tidak cukup dibeli dengan gaji sebulanmu! Apakah itu yang kau sebut dengan membahagiakan? Bagaimana ia akan bahagia jika ia akan hidup mi-“

“Appa! “Pekikku seraya berdiri dan membuat eommaku terkejut seketika, mianhe eomma ini mungkin yang pertma kalinya kau menemukan putrimu bertindak sebagai anak pembangkang.

“Aku tidak seperti yang Appa bayangkan, Appa pikir aku tidak bisa hidup hanya karena aku tidak berlimpahan oleh materi? Tidak Appa, uang? Uang memang penting namun ada yang jauh diatas lebih penting! Yaitu cinta dan kasih sayang, karena selama ini aku mampu bertahan hidup karena cinta dan kasih sayang yang kalian berikan untukku tapi sungguh aku tidak menyangka jika pada akhirnya aku mendapati kenyataan bahwa Appa akan berpikir sepicik itu”

“Jung Ha Won!” Pekik eomma yang  kini sudah mulai berkaca-kaca.

“Mianhe eomma, aku akan tetap menikah dengan Lee Donghae meskipun tanpa restu kalian.”Ujarku pada akhirya dan sontak membuat Appa menggeram seketika.

“Wonnie” Pangil Donghae dan aku hanya  membalas menatapnya seolah aku berkata “Gwaenchana”

“Ahjussi…” belum sempat Lee Dongahe melanjutkan ucapanya aku sudah menyergahnya lebih dulu.

“Kita pergi dari sini Oppa, tidak ada gunanya bernegosiasi dengan manusia berhati batu seperti Tuan Jung ini dan lebih baik kita segera menyingkir dari tempat ini” Pintaku seraya menarik tangan Lee Donghae, namun…

BUGG

Aku terdorong kebelakang seketika saat  mendapati priaku terjerembab kelantai karena bogem metah yang diberikan Appa.

“Appa!!!” pekikku saat melihat darah segar yang mulai menetes dari sudut kiri bibir Lee Donghae.

“Bahkan Rasa sakit itu belum seberapa dengan sakit yang saat ini menghatam perasaanku. Kau sudah berhasil membuat putriku menjadi anak pembangkang dan tidak menghargaiku lagi.” Aku dapat melihat tatapan penuh luka kala Appa menatap tubuh Donghae yang kini berada dibawahnya. Appa, sungguh  diriku merasa sangat berdosa namun semua ini lebih baik daripada aku harus di jodohkan dengan pria licik bernama Cho Kyuhyun.

“Ahjussi Mianhe, tapi sunguh aku benar-benar menyayangi putrimu dan aku tak mampu untuk melepasnya,” lirih priaku seraya bangkit dan memeluk sebelah kaki  Appa.

“Lepaskan tangan kotormu dari kakiku, karena aku tak sudi di sentuh oleh manusia rendahan sepertimu,” geram Appaku tanpa sedikitpun sudi menatap kebawah pada Donghae yang saat ini tengah bersujud dikakinya. Karena aku begitu tidak terima priaku diperlakukan sebegitu hinanya, akupun menarik paksa tubuh Donghae dan menatap wajah Appa untuk beberapa detik.

“Kami pergi Appa… gomawo… jeongmal gomawoyo untuk semuanya. Tidak pernah sekalipun aku bermimpi bahwa semuanya akan menjadi seperti ini, jika menjadi anak pembangkang adalah  pilihanku satu-satunya maka terpaksa aku akan memilih pilihan itu.” Sebisa mungkin aku menghindari kontak mata dengan eommaku yang saat ini tengah menangis dalam diam, aku tahu ia ingin membelaku namun kamipun sama-sama tahu bagaimana keras kepalanya sikap Appa.

“Eomma…”

“Jangan lagi kau sebut kata itu! Karena mulai detik itu kau bukan lagi bagian dari keluarga ini dan bagiku, Jung Ha Won putriku sudah mati.” Kata itulah yang terahkir aku dengar dari mulut Pria yang selama 24tahun ku sebut Appa sebelum teriakkan histeris eomma menggema di ruang tamu mewah keluargaku. Meski ingin rasanya aku berbalik untuk memeluknya namun seperti ada garis api yang menghalangi, untuk mundur barang satu langkahpun mianhe eomma…

Jung Ha Won Pov End

 

Lee Donghae Pov

2years latter

“Gomawo”

CHUP

Aku mencium bibir mungil wanita di hadapanku yang telah resmi kupersunting 2tahun silam. Aku merasa hariku sempurna karenanya, dialah satu-satunya hartaku yang paling berharga meski sikap keras kepalanya kerap kali menguji kesabaranku namun justru karena itulah saat ini ia berada dalam dekapanku dan menyandang gelar sebagai Nyonya Lee.

“Untuk?” Tanyanya dengan suara parau seraya kembali menyusupkan wajahnya pada leherku. Namun justru sikap seperti inilah yang selalu berhasil membuatku lagi dan lagi terjatuh dalam pesonanya, tubuhnya seolah menjadi candu dalam hidupku. Sehingga membuatku terlalu bergantung dengan keberadaanya.

“Semuanya?” Jawabku pada akhirnya sembari menyelipkan helai demi helai anak rambut ke daun telinganya.

“hmmmm,” hanya itu balasan yang ia berikan.

“Terima kasih untuk semuanya, untuk rasa cintamu, kasih sayangmu, kesabaranmu, kesetianmu, dan yang paling penting, untuk buah cinta kita… Lee Dong Ha.” Ujarku dan diakhiri kecupan mesra dikening wanitaku yang saat ini hanya terdiam belum membalas perkataanku. Namun tepat setelah aku melepas kecupanku, mata coklat itu menatap pekat pada kedua mata senduku.

“Tidak boleh ada ucapan terim kasih atas semua yang kulakukan untukmu, karena aku istrimu dan sudah seharusnya aku melakukan itu Oppa. Semua yang telah ku lakukan adalah ungkapan baktiku juga sebagai kewajibanku dan bayaran atas kehidupan yang sudah kau berikan untukku, Aku mencintaimu Oppa,” Aku merengkuh tubuh mungilnya yang langsung bersentuhan dengan kulit tubuku aku mempererat pelukannya di bawah selimut yang menutupi tubuh polos kami.

“Aku juga mencintaimu sayang, bahkan sangat-sangat mencintaimu.”

“Hikz! Hikz!” aku mendengar suara Dong Ha dari box bayi yang sengaja kami letakkan di sebelah tempat tidur ini. Sepertinya ia terbangun karena kehausan namun aku menahan tubuh Ha Won saat ia berusaha beranjak dari pelukkanku untuk mengambil Dong Ha.

“Biar aku saja yang mengambilnya,” dan ia pun mengangguk lalu aku berjalan kearah box bayi meski dengan tubuh polos, masa bodo dengan kekehan wanitaku. Toh ia sudah sering melihatku dalam keadaan seperti ini, pikirku dan segera menggendong  Dong Ha, menimangnya sebentar saat bokongku   sampai dipinggir ranjang.

“Kau memang benar-benar anakku chagi, ketampananku seratus persen menurun padamu,” ujarku seraya menciuminya dengan gemas namun putraku semakin menggeliat tanda sebentar lagi tangisnya akan pecah. Segera aku berikan pada Wonnie sebelum tangisnya memecah kehenigan malam ini.

“Siapa bilang dia tampan karena diwarisi olehmu? Kau lupa bahwa aku begitu menggilai Jung In Sung oppa saat mengandungnya? “bantah Ha Won dengan seenaknya.

“Yah! Kau pikir ia terlahir atas penyatuanmu dengan siapa? Tentu saja ia tampan karena putraku! Kecuali jika kau ada main dengan Aktor kacangan macam dia.”

PLETAK…

Aku mendapat jitakan dahsyat di kepalaku dia ini benar-benar, pasti setelah ini kepalaku akan berdenyut seketika.

“Yak! Berhenti memukul kepalaku jika kesal atau jika kau ingin kepala suamimu akan hancur nantinya,” pekikku seraya mengusap-usap kepalaku dan meletakkan kepalaku sejajar dengan Dong Ha yang saat ini tengah disusui Ha Won.

“Untuk itu berhenti berpikiran yang tidak-tidak jika kau ingin menyelamatkan kepalamu.” Hhhhhh… Aku merasa damai saat tangan halus itu membelai kepalaku dan membuatku melingkarkan tanganku dipinggang ramping istriku, jadilah aku memeluk keduanya sekaligus. Aku rela, bahkan sangat rela jika harus mendapatinya memarahiku atau memukulku dari pada aku harus menemukannya melamun seorang diri dan secara diam-diam mengamati gambar Aboji dan Eommonnie, kau pasti merindukannya sayang, mianhe.

“Aku mencintai kalian sayang,” lalu ku mencium lama pipi Dong Ha dan setelah itu mengecup bibir manis istriku.

“Nado yeobo,” jawab Ha Won seraya tersenyum tulus. Aku berjanji padamu sayang, bahwa aku akan kembali pada orang tuamu untuk mengemis restu atas pernikahan kita karenaku tak ingin kelak Dong Ha mendapat ejekkan dari teman-temannya karena tak memiliki Hamoeni dan Haraboji.

Lee Donghae Pov End

 

Jung Ha Won Pov

Kami mengendarai  motor sport Donghae oppa untuk berjalan-jalan di sekitar kawasan Busan. Ini pertama kalinya aku dan Dong Ha pergi keluar rumah, melewati taman kompleks yang berada tidak jauh dengan kediamanku bersama keluarga kecilku. Mengingat usia Dong Ha yang baru menginjak tiga bulan. Aku mengendong depan setelah mengenakan helm dan memeluk erat pinggang Donghae.

“Sudah siap, baby?” tanyanya saat ia selesai memanaskan motor sportnya. Ya Tuhan, jika ia tak pergi bersamaku dan Dong Ha aku bersumpah tak akan pernah mengijinkannya mengenakan kemeja putih dan jaket kulit berwarna hitam. Karena aku berani bertaruh yeoja manapun akan sangat percaya jika priaku adalah pria lajang tanpa ia berbohong sekalipun.

“Baby,” Panggilnya sekali lagi dan menengokkan kepalanya kearahku yang sejak tadi menatapnya melalui kaca spion.

“Ah, nde,” jawabku sedikit terkejut dan ia langsung tersenyum lalu kembali menghadapkan kedepan dan tak lupa juga ia mengarahkan kaca spion agar dapat  melihatku dan Dong Ha.

“Pastikan ia nyaman dalam pelukkanmu baby, dan aku akan berjalan dengan santai agar ia tidak sering terkejut,” ujar Donghae oppa yang membuatku kembali menatap bayi berusia 3 bulan yang saat ini tengah aman berada dalam dekapanku.

“Tentu saja sayang,” jawabku dan Donghae pun mulai melajukan sepeda motor yang kami bertiga tumpangi.

Donghae oppa benar-benar berhati-hati dalam mengendarai motor ini ia sungguh perduli akan keselamatan putranya. Sesekali ia membelai lembut tanganku serta menyunggingkan senyum padaku memalui kaca spion, saat kendaraan kami harus terpaksa berhenti akibat lampu merah yang  menyala sempurna di jalan umum distrik kota Busan.

Aku terhenyak saat menemukan berbagai macam rangkaian bunga yang memenuhi salah satu sudut Area perbelanjaan. Sepertinya Appa kembali membeli saham Departement Store yang kebetulan lokasi itu yang saat ini tengah aku kunjungi. Aku hanya bisa berdoa semoga kami tak dipertemukan kembali disaat yang masih pelik seperti saat ini.

“Cha! Kita sudah sampai,” ucap  priaku dan segera melepas helm yang dikenakannya dan membantuku melepas helmku. Lagi aku terjatuh dalam pesonanya wajah itu selelu sanggup membiusku hingga merasa sesak dan sulit untuk menghirup udara di sekelilingku. Namun denga kurang ajarnya ia mengecup kilat bibir mungilku.

“Sampai kapan kau akan selalu terpesona saat menatap dekat wajah tampanku, baby? Bersyukurlah kau karena pria tampan yang berada dihadapanmu ini adalah milikmu sepenuhnya.” Sial! Aku mengumpat kuat kebodohanku yang saat ini tengah diejeknya habis-habisan. Dengan malas aku melenggang jalan lebih dulu dengan Dong Ha yang berada dihadapanku. Namun tak kutemukan suara derap langkah kakinya yang mengejarku hinggaku membalikkan badan dan mendapati semua wanita yang saat ini berada diarea parkir tengah membuka mulutnya seolah menatap takjub pria pendek-ku, yang saat ini sedikit mengacak rambutnya seraya bercermin dengan kaca spion. Lalu dengan kurang ajarnya ia menggulung kemeja putihnya hingga siku dan tak lupa telah bertengger angkuh kacamata hitam kebanggaannya.

Dengan kesal aku menghampirinya dan dengan hati-hati melepas tali penyanggahku saat menggendong Dong Ha dan memberikannya pada pria centil itu.

“Aku pegal, tolong gendong ia sebentar,” titahku padanya meski terkejut dan sedikit rasa malu pria buntalku justru tersenyum cool dan menerima  Dong Ha lalu mencium pipi putraku.

“Anak Appa, ayo kita jalan-jalan sayang.” Dan sontak membuat gadis-gadis remaja yang berada disekitar kami berteriak histeris, segelintir  percakapan yang kudengar mereka justru memuji Lee Donghae. Dan hal itu sukses merusak moodku saat ini.

Tak ada percakapan selama berkeliling hanya celoteh-celotehnya denga putraku yang menjadi pengisi suara di balik kediamanku.

“Chagi, kau lihat boneka itu seperti eomma ne?”ujar Donghae yang membuatku sedekit tersenyum karena kupikir ia menunjuk boneka Barbie Rapunzel yang berada didekatku. Namun kesenangan itu hanya beberapa detik saat kumenyadari bahwa yang ditunjukya adalah boneka… PIG.

“LEE DONGHAEEEEEEE!!!” pekikku seraya mejambak kuat tambut hitamnya yang sedikit kecoklatan dan dengan sekuat tenaga ku kugucangkan kekanan dan kekiri.

“Yak! Appo baby… Hentikann…” ampunnya yang membuat orag-orang diksekitar kami menatap ngeri ke arahku

“Rasakan! Itu akibatnya jika kau berani bersikap centil didepanku dan ini sebagai hukuman karena kau berani menyamakanku dengan boneka itu!” Akhirnya aku melepas jambakanku dan menyisakan beberapa helai rambut Donghae yang tertinggal dalam genggamanku.

“Astaga, chagi Appa bisa terkena kebotakan dini akibat keganasan eommamu,” Adunya pada Dong Ha yang justru ditertawakan oleh putraku.

“Biarkan,” balasku dan membuat ia sedikit cemberut.

“Kau tertawa sayang? Apakah itu berarti kau sekongkol dengan eommamu?” dan Dong ha semakin tertawa lebar mendengar ucapan bodoh appanya.

“Cih! Ternyata kau benar-benar memihak eommamu.” Omel priaku pada putra kecilnya.

Jung Ha Won Pov End

 

Author POv

Tak terasa mereka telah berjam-jam mengitari kawasan perbelanjaan Distrik Busan, hingga siluet dua orang tua yang begitu dikenali Ha Won tertangkap oleh iris Coklatnya. Dua orang itu tak lain dan tak bukan adalah Appa dan Eommanya. Untuk sesaat ia bertahan pada objek pandangnya menikmati setiap detik untuk memuaskan indera penglihatannya.

Dua tahun sudah dua wajah itu hilang dari jarak pandangnya, namun dengan kesadaran ia segera memalingkan wajahnya takut, Donghae melihat apa yang baru saja dilihatnya.

Namu terlambat, Donghae sudah menyadarinya lebih dulu akan keberadaan kedua orang tua Ha Won.

“Kita makan ditempat lain saja, oppa.”

“Wae?” Tanya Donghae berusaha mencegah Ha Won untuk berbalik.

“Tiba-tiba aku hilang selera,” Ha Won berusaha tersenyum sebisa mugkin namun sayang prianya terlalu peka akan tatapan pilu mata istrinya.

“Apakah karena ada Appa dan Eomma,” sergah Donghae yang berhasil menghentikan langkah Ha Won.

“Kau Lupa? Bahwa aku sudah tidak memiliki kedua orang tua lagi?” Pernyataan itu yang tanpa Ha Won sadari sukses menampar maya wajah Lee Donghae.

“Mian…” Seakan sadar dari permintaan maaf suaminya Ha Won kembali mendekati Donghae dan mengenggam lembut jemarinya.

“Gwaenchana, aku masih bisa bertahan hidup selama ada kau dan Dong Ha disisiku,” Ha Won berusaha mengajak Donghae untuk berjalan namun tubuh pria itu seolah mematung seketika.

“Anni, kita harus menghampiri mereka dan mengenalkan Dong Ha, baby. Dan aku tahu kau juga merindukan mereka.”

“Anniya, aku tidak pernah merindukan mereka,” bantah Ha Won.

“Beberapa kali aku menemukanu tengah menatap gambar Aboji, Eommonie,dan Yunho hyung. Itu semua pasti karena kau merindukannya, tidak ada salahnya untuk kita menghampiri dan kembali memohon restu sayaaang.”

“Sudah kukatakan bahwa aku tidak merindukannya oppa! Dan tidak akan perah ada restu sekalipun kau berlutut hingga menangis darah untukya.”

Ha Won menghempaskan tautan jemarinya serta berjalan cepat dengan membawa Dong Ha yang terlelap, meninggalkan Donghae seorang diri hingga teriakkan memekak telinga yang sukses menghantam gendang teliga siapapun  dan…

BRAKKKK

Papan Billboard sepanjang dua meter dan salah satu lampu sorotnya sukses menimpa kepala Donghae, pria itu terjatuh tak berdaya diiringi darah segar yang meluncur dai kulit kepalanya, seketika kemeja putih itu penuh dengan bercak darah segar.

“ANDWEEEEEE…..” teriak Ha Won tanpa memperdulikan bayi yang masih terlelap dalam dekapannya. Diangkatnya kepala yang sudah berlumuran darah itu yang juga ikut mengotori dress putih senada dengan yang Donghae dan Dongha kenakan. Ia memeluk tubuh Donghae dan mengguncangnya berharap mata itu kembali terbuka untuk menatapnya

“Donghae ya…. Ireona….. Donghae oppa!!! Ireonayoo….” teriaknya semakin menjadi saat tubuh suaminya tengah direunggut paksa oleh petugas Ambulance untuk segera dilarikan kerumah sakit

“”Oppa!!!” jerit Ha Won dan berhasil membuat Dong Ha menangis keras karena terkejut akibat teriakkan Jung Ha Won.

“Wonnie-ya…” teriak seorang wanita tua yang beberapa waktu lalu sempat diperdebatkan oleh Jung Ha Won dan Lee Dongahe. Namun suara itu tenggelam oleh deruman suara mesin mobil Ambulance yang perlahan meninggalkan lokasi kejadiaan naas ituu.

“Dia bukan  putri kita,” ujar Jung Il Suk seraya menahan kuat Moon Geun Hyun agar tidak berlari menghampiri wanita muda yang tengah tertimpa musibah itu. Meski sebenarnya ada  secercah iba untuk putrinya, namun kenyataan pahit yang membuat putrinya lebih memilih seorang pria yang baru dikenalnya daripada dirinya, orang tua yang merawatnya dan membesarkannya dengan penuh cinta. Kembali menguasai alam sadar  Jung Il Sok.

 

 

 

TBC

 

40 thoughts on “Freelance : The Second Gift – Part 1

  1. Jangan buat donghae ya mati dong aku suka cerita family lee lucu udah kaya suami” takut istri donghae klo udah ma ha won bawaan ya muka ya polos bgt

  2. dongheeeee😥
    onnieeee donghaenya selamet dong jangan sampe apa2 kasian dongha sama hawon T.T
    nangis pas liat perjuangan mereka buat dapet restu dri umma sama appanya hawon yang akhirnya ttep ga di kasih restu karna hae cuma pegawai biasa, sampai mereka nekat nikah tanpa restu dan akhirnya lahirlah dongha. keluarga yang begitu bahagia tapiii huwaaaaaa dongheeeee😥
    itu juga appanya hawon kejemmm banget -____-

    part 2 ASAP yo eon 😀

  3. Iya ampun bagian terakhirnya nyesek parah, mana eomma n appa nya ha won bener2 ga nyamperin ha won padahal tau klo anaknya kena musibah..
    Kesian ha won harus ngurus dong ha sendirian mana org tua nya udah ga nganggep dia anak..
    Ga sabar buat part selanjutnya,klo bs jgn lama2 *banyakmaunya* *plakk* hehehe..

  4. ahhhhhh kenapa donghae oppa ketiban papan Billboard si eon😥
    pokoknya donghae oppa harus selamat eon😥
    ditunggu next partnya ya eon😥

  5. ANDDDWWWEEEEEEE~~~~ donghaeny jangan matii :'(( hikshiks
    hhuuaaa sseeddiihh meewwwekk asli dtunggu ya lnjutanny ^^

  6. plis udah hawon sama hae aja pliss bukannya nolak kyu gitu, cuma gatau kenapa setiap baca ff yg castnya hawon pasti lebih dapet feelnya sama hae karna gak tau kenapa setiap ada hawon itu udh srek(?) sama hae. dari awal baca aku udh was” buat konfliknya, tekanan batinnya sih lebih tepat😄 ditunggu next part jangan lama-lama..

  7. Huuaa sedih ceritanya,,

    tp itu kenapa tiba2 ada papan billboard ya?? @.@ bingung aku jadinya,,hehe,,

    Keep writing buat authornya,, di tunggu part selanjutnya,,🙂

  8. Haeppa malang sekali nasibmu….

    Huaaaaahuaaaaa :'(( pgi-pagi dah bkin nyesek, untung ga ampe nngis, hnya hampir nangiss…

    Haepa kasihaaaaan…

  9. Mwo??? Jdi Donghae mati gara2 kena papan? Gue bacanya malah berkaca-kaca yah?
    Klo ff kagak direstui ortu pasti langsung ke inget film india yg cast’y Saruhan(?) huweeeeeee Onge kagak boleh mati donk? Iya yah? Jangan mati yah? -_-

  10. Ya ampun kasian bgt ha won. mw nikah g dpt restu, cm krn donghae g kaya. Aaaahhh Qjd byangin donghae gendong baby, hihihihi.. Kx bs sih papan billboardny jtuh nimpa hae? Kemalangan apalg yg hrs mreka trima. Ngenes bgt. Pdhl niat mw seneng2. Huaaa kasian bgt hae, ha won & dongha…

  11. huweee..g rela ak dongee mati,,diprolog kmren ak dukung Ha Won sm kyuhyun tp abiss ini mLah jadi g rela klo donge mati..😥

  12. Spechless……

    Keren thor,bru part 1 az dh deg2 an..
    Harap2 Donghae gk pa2 ya thor…
    Next part buruan ya thor…

  13. Annyeong…. Slam knal. qw gk sngaja nglewatin dpan nie rmah mkanya mmpir skalian.
    emm sunggu” png0rbnan cinta,dmi mndapat rstu. e0n donghaex jngan d’bkin mati ya…… critax kn msh sru…

  14. Huwooooooo o(≧▽≦)o akyu ketinggalan….
    Nah looooohhhh *cengo dpan leppy*…..
    Hanya krn Donge miskin maka ortu nya Ha Won menghina kek begitu?? AIgooooo..
    Nyeseeekk liat perjuangan Donge n Ha Won demi mendapat restu….
    Kasihan bgt hidup rumah tangga mereka yg sederhana dn jauh dri kata mewah,,, Dong Ha (-̩̩̩-_–̩̩̩╰ ) *peluk erat Dong Ha*
    Ige mwoyaaaaa ?? knapa bisa ada papan yg tiba-tiba jatuh??
    Astagaaa scene terakhirnya nyesek bgt, itu eomma n appa nya ha won bner” dah keterlaluan nya… knapa sih gak ngingkirin ego dan emosi mereka sedikit saja,,,dan sedikit saja berbelas kasihan mengetahui jika ha won yg notabene anaknya kena musibah.. *ortu macam apa coba mereka itu?? *
    Andweeeeeee Dongeeeeeeeee……….(-̩̩̩-_–̩̩̩╰ )
    Wait for part 2😀

  15. Hhuuuee,,,,
    sedih bnget qhu bca nya,,,
    smpek mewek,,,,
    hhuuuaa,,,
    miris bnget liat appa sma eomma nya ha won,,liat dia yg ketimpah musibah kedua nya pura” tidak tau dan tidak peduli,,,
    part 2 ditunggu eonnie,,,

  16. bgus crta y…si abng ikan mnis bgd,tp kok ak jd ingt ma ff y eonni yg perfect life with her yak…abis mrip2 dkit sech….heheheehe
    tp keren kok :)) keep writing ya….

  17. Annyeong eonnie^^
    Aku readers baru disinii :3

    Ah tidaakk itu si dongek kenapa ;___;
    Ah masih part 1 dan udah bikin mewek ;___;

  18. eonni aku reader btu d blog .. hhe
    bleh kn eon klo aku ikutn bca ..
    hehehe🙂
    ya ampun miris bngt ksah cnta mereka .. gk d restui org tua ..
    dan bagainma keadaan donghae ?? baik2 sja lah ? tpi jgn sampai trjadi apa2 sma keadaan donghae ..
    dam harus buktikan bahwa donghae juga ha won hidup bahagia ..

  19. Plissssss bgt😥 jgn bkin donghae mti wlopun ad kyu nnt gntiin #Tunjuk cover😥 tp gw pnginx mreka hrmonis Pliss bgt ya hduhhh bru jg bhgia sm kluarga kcilx T___T autor klo bkin bang ikan mti brrti author bner” Tega T___T

  20. ya ampun kasian… ha won jadi single parents
    hu hu hu
    anyeong new readers here, ceritanya keren coba kalo dr dlu q uda tau web ini
    oh ya bisa minta pw kah?

  21. Ya ampun! Kenapa tuh billboard hrs jatoh pas diatas donghaeeee!
    Aish.. Pdhl hidup mereka sdh bahagia walau tanpa restu. Jd itu penyebab hae meninggal.
    Menyedihkan!
    Daebak bgt feelnya.
    Jd miris liat hae dan ha won.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s